Berita

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi/Repro

Nusantara

Walikota Semarang Tawarkan Keringanan Pajak Untuk Genjot Investasi

RABU, 09 SEPTEMBER 2020 | 19:58 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar event tahunan di bidang promosi dan investasi Semarang Business Forum (Sembiz) 2020, Rabu (9/9).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19, gelaran Sembiz ke-14 ini dilakukan secara virtual dengan menghadirkan beberapa nara sumber, diantaranya Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Director of PwC (Price Waterhouse Coopers) Indonesia Julian Smith, serta Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia.

Meski digelar secara virtual, namun tidak menyurutkan jumlah peserta yang mengikuti event tersebut.


Acara disiarkan secara daring melalui youtube Pemerintah Kota Semarang. Forum bisnis tahunan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini menarik banyak peserta yang merupakan pelaku usaha, dari dalam maupun luar negeri.

Dalam paparannya, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan berbagai peluang investasi di Kota Semarang, termasuk pemberian insentif untuk penanaman modal.

"Setidaknya ada dua jenis insentif yang dapat kami berikan, yang pertama keringanan BPHTB dan PBB untuk kepemilikan aset di Kota Semarang," terang Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut, seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng, Rabu (9/9).

"Yang kedua, kami akan berikan keringanan pajak daerah hingga 6 bulan sejak usaha mulai beroperasi, untuk jenis usaha Hotel, Restoran dan Hiburan," lanjutnya.

Hendi pun menjelaskan jika sektor pariwisata juga menjadi salah satu potensi unggulan di Kota Semarang, mengingat saat ini sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia bahkan mengalahkan sektor migas.

"Meski pandemi Covid-19 sedikit banyak mempengaruhi industri pariwisata, namun saya optimis jika industri pariwisata dapat terus berkembang dengan berbagai penyesuaian di era kebiasaan baru," ujarnya.

Hendi menyebutkan salah satunya adalah revitalisasi Kota Lama Semarang.

Mendukung perkembangan sektor pariwisata, dirinya mengungkapkan jika Pemerintah Kota Semarang terus berupaya membangun sarana dan prasarana pendukung, di antaranya adalah sarana transportasi.

"Untuk itu, ke depan Kami berencana membangun LRT trase pertama sepanjang 6 km. Trase ini akan menghubungkan Kawasan Bandara Ahmad Yani-Madukoro-Pasar Bulu yang kita harapkan akan semakin meningkatkan pelayanan transportasi massal," lanjut Hendi.

Sedangkan untuk kawasan Simpang Lima yang disebutnya sebagai kawasan diamond-nya Kota Semarang, akan dikembangkan dengan konsep underground 4 lantai yakni 2 lantai untuk hotel sedangkan 2 lantai lainnya untuk penyambung jalan Pandanaran-Ahmad Yani serta jalan Pahlawan-Gajahmada.

Guna meyakinkan para pengusaha dan investor agar menanamkan investasinya di Kota Semarang, Hendi menjamin dan meyakinkan kondisi Kota Semarang yang terus berbenah semakin baik di berbagai sektor termasuk dalam menyikapi Pandemi Covid 19.

Pemerintah Kota Semarang tidak mengambil kebijakan PSBB namun menggantinya dengan PKM atau Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Hal tersebut sebagai jalan tengah untuk menjembatani berbagai sektor baik kesehatan maupun perekonomian. Dirinya juga memberikan kepastian kepada para pengusaha dan calon investor terkait kemudahan dan kecepatan ijin usaha.

"Silakan berinvestasi di Kota Semarang. Kami berkomitmen akan memberikan kemudahan perizinan, kemudian insentif berupa keringanan BPHTB dan PBB dalam kepemilikan asset dan serta keringanan pajak operasional seperti pajak hotel, restoran, tempat hiburan maksimal  6 bulan dengan hitungan proporsional nilai investasi," terang Hendi.

Hendi pun optimis jika Kota Semarang bisa beradaptasi dengan perubahan aktivitas, sehingga perekonomiannya bisa kembali bangkit.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya