Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani/RMOL

Politik

59 Negara Tutup Pintu Buat WNI, Komisi I: Cambuk Yang Tidak Main-main

RABU, 09 SEPTEMBER 2020 | 19:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sikap 59 negara di dunia yang menutup pintu masuk untuk Warga Negara Indonesia (WNI) akibat tingginya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia harus menjadi perhatian serius.

"Ini menjadi cambuk untuk kita bahwa angka penularan di Indonesia ini sudah tinggi, nembus 200.000, ini tidak main-main," ujar kata anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Namun demikian, ia menilai langkah negara lain yang memboikot WNA masuk ke negaranya masing-masing juga patut ditiru Indonesia untuk menekan angka positif Covid-19. "Sah juga bagi Indonesia untuk menerapkan hal yang sama kepada negara-negara yang masuk dalam katagori high risk," ucapnya.


Menurut politisi muda Partai Golkar ini, tingginya angka penularan Covid-19 di Indonesia yang sudah tembus 200 ribu bisa berdampak pada ketersediaan fasilitas kesehatan. Semakin tinggi pasien, maka fasilitas kesehatan seperti rumah sakit akan sulit menampungnya.

Lebih lanjut, Christina menyadari bahwa pemerintah telah melakukan banyak upaya untuk meredam laju penularan Covid-19. Pemerintah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri dan masyarakat pun harus kooperatif.

"Ini masalah dan tantangan kita bersama," tegasnya.

Atas dasar itu, Christina Aryani akan menanyakan langsung kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) selaku mitra kerja Komisi I DPR RI terkait 59 negara di dunia menutup pintu masuk untuk WNI ke negaranya.

"Kami juga akan menanyakan kepada Menlu upaya yang sudah dan akan dilakukan dalam rapat untuk mengantisipasi dampak larangan entry ke negara-negara tersebut," demikian Christina Aryani.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya