Berita

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar (tengah)/Rep

Hukum

Masih Dikeluhkan, KPK Minta Kemensos Perbaiki Data Penerima Bansos

RABU, 09 SEPTEMBER 2020 | 13:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memperbaiki data penerima bantuan sosial.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat menerima Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara dan jajaran, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/9).

Kepada Mensos Juliari dan jajaran, pimpinan KPK memberikan beberapa masukan terkait bantuan sosial.


Masukan itu disampaikan lantaran masih banyak keluhan dari masyarakat kepada KPK melalui Jaga Bansos, sebanyak 1.074 keluhan hingga per 4 September kemarin.

Keluhan yang paling banyak yaitu banyak masyarakat yang tidak menerima bantuan padahal telah melakukan pendaftaran.

"Sehingga kami kemudian tadi memberikan masukan pada Pak Menteri dan juga jajaran, paling tidak tentang validasi data itu sangat penting, dan ada tambahan lagi tadi Pak Menteri ya untuk jumlah penerima bantuan. Dan kemudian validasi itu bagi kita memang menjadi utama untuk menghindari keluhan-keluhan tersebut atau meminimalisir keluhan tersebut," ujar Lili saat menggelar konferensi pers bersama Mensos.

Selain itu, kata Lili, KPK juga meminta agar Kemensos memiliki pegawai yang khusus memperhatikan aplikasi Jaga Bansos milik KPK agar bisa langsung ditindak lanjuti keluhan dari masyarakat.

"Sehingga keluhan tersebut bisa langsung ditindaklanjuti, tidak terlalu lama menunggu untuk diselesaikan. Karena Jaga Bansos di KPK meneruskan kepada APIP di daerah kepada Pemerintah Daerah dan juga dinas-dinas terkait," jelas dia.

Tidak hanya itu, KPK juga meminta agar Kemensos juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hak-hak penerima bantuan sosial atau bansos.

"Sehingga ada kesadaran tidak sekadar karena secara fisik kekurangan, tetapi secara mental juga harus diperbaiki. jangan kemudian merasa susah padahal dia punya kemampuan, tapi dia juga mau mengambil yang bukan menjadi haknya," pungkas Lili.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya