Berita

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono/Net

Politik

Ditanya Struktur Gerindra, Arief Poyuono: Maaf, Saya Lagi Sibuk Urus Kawan-kawan Buruh

RABU, 09 SEPTEMBER 2020 | 11:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nama Arief Poyuono menjadi sorotan pasca Partai Gerindra menyerahkan susunan pengurus ke Menkumham Yasonna Laoly. Pasalnya, Arief Poyuono menduduki jabatan penting dalam kepengurusan sebelumnya, yakni sebagai wakil ketua umum partai.

Sorotan semakin tajam saat Jurubicara Gerindra Habiburokhman seolah menihilkan keberadaan Arief Poyuono. Saat ditanya wartawan tentang posisi Arief di pengurusan baru, Habiburokhman malah balik tanya ke wartawan soal siapa Arief.

Seolah memberi penegasan, Habiburokhman mengaku tidak mengenal sosok Arief Poyuono.


Namun demikian, Arief Poyuono ternyata santai mendengar kabar tersebut. Termasuk kabar dirinya tidak lagi masuk dalam jajaran kepengurusan Partai Gerindra.

Alih-alih mengurusi posisi baru di Gerindra, Arief Poyuono justru sibuk aksi nyata dalam mengadvokasi buruh. Ini lantaran dirinya merupakan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu.

“Saya enggak tahu (struktur baru Gerindra). Maaf, saya lagi sibuk ngurus kawan-kawan buruh,” tuturnya kepada redaksi sesaat lalu, Rabu (9/9).

Arief melakukan advokasi lantaran masih banyak buruh yang belum mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu per bulan.

Kepada redaksi, Arief gamblang mengurai kasus yang sedang dialami buruh tersebut. Meraka rata-rata belum mendapat BLT lantaran banyak perusahaan yang tidak membayarkan BPJS Kenagakerjaan (TK).

Baginya nasib para buruh lebih penting sekadar jabatan di partai. Dia pun fokus agar buruh bisa mendapat BLT dari Presiden Joko Widodo dan bisa memenuhi kebutuhan belanja keluarga mereka.

“Ya mungkin jauh lebih penting daripada jabatan saya di partai, agar kawan-kawan buruh bisa terbantukan dengan program dari pemerintah,” jawabnya saat ditekan mengenai kepengurusan Gerindra.

Dia kembali menerangkan bahwa program subsidi tengah dipercepat pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahkan sudah mengatakan bahwa pada batch pertama telah terealisasi untuk 2,5 juta buruh.

Sementara untuk batch kedua sebanyak 3 juta penerima, dari total penerima yang ditargetkan sebanyak 15,7 juta.

"Pada batch pertama sudah terealisasi untuk 2,5 juta dan batch kedua sebanyak 3 juta penerima, dari total penerima yang ditargetkan sebanyak 15,7 juta penerima," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya