Berita

Seorang pekerja melihat kedelai impor diangkut di sebuah pelabuhan di Nantong, provinsi Jiangsu, China/Net

Bisnis

Masih Musuhan, China Tetap Tunaikan Janji Borong 664 Ribu Ton Kedelai AS

RABU, 09 SEPTEMBER 2020 | 06:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun ada ketegangan antara Amerika Serikat dan China, sebuah kabar kontradiktif justru muncul dari sektor perdagangan kedua negara.

Departemen Pertanian Amerika (USDA) pada hari Selasa (8/9) mengumumkan bahwa China telah membuat kesepakatan untuk membeli 664 ribu ton kedelai, total harian terbesar sejak 22 Juli, untuk pengiriman pada tahun pemasaran 2020/2021.

Penjualan tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian pembelian besar komoditas pertanian AS oleh China, yang berjanji untuk mengimpor barang pertanian AS dalam jumlah besar tahun ini sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan Fase 1 yang ditandatangani pada Januari lalu.


Namun, pembelian China pada paruh pertama tahun ini hanya mencapai 7,274 miliar dolar AS, menurut data perdagangan Biro Sensus AS. Sementara, kesepakatan perdagangan meminta  36,5 miliar dolar AS dalam pembelian tahunan.

Di hari yang sama, USDA juga mengatakan bahwa eksportir swasta melaporkan penjualan 101.600 ton jagung untuk pengiriman tahun 2020/2021.

China telah meningkatkan impor jagung AS, karena negara itu menghadapi kekurangan jagung dalam beberapa tahun. Lonjakan harga jagung yang tajam yang dibutuhkan bagi sektor peternakan babi, susu, dan unggas raksasa China, merupakan yang terbaru dari serangkaian gangguan yang ditimbulkan dari wabah penyakit babi, gangguan yang dipicu pandemik bagi pemasok internasional, dan peringatan akan adanya kesenjangan pasokan makanan yang semakin besar.

Setelah berbulan-bulan mencatat rekor impor kedelai dari Brasil, China kemudian beralih membeli lebih banyak kedelai dan barang lain dari Amerika Serikat. Importir komoditas utama dunia telah membeli jagung, babi, dan unggas AS dengan volume rekor tahun ini, dan bulan lalu mencatat pembelian mingguan terbesar untuk daging sapi AS.

Ekspor kedelai AS ke China biasanya meningkat pada kuartal keempat tahun ini setelah masa panen AS dan karena pasokan dari eksportir utama Brasil menipis.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya