Berita

Pertemuan delegasi India dan China di Moskow, Jumat 4 Septembet 2020/Net

Dunia

Pertemuan Dua Jam Di Moskow Dengan China, Menhan India Minta Pemulihan Ladakh Timur

SABTU, 05 SEPTEMBER 2020 | 11:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Pertahanan Rajnath Singh melakukan rapat diplomasi dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghi pada Jumat (4/9) di sela-sela pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Moskow, Rusia. Baik Singh dan Wei berada di Moskow untuk menghadiri pertemuan para menteri pertahanan Shanghai Cooperation Organization (SCO) yang berlangsung pada hari sebelumnya.

Dalam pesannya, Singh mengatakan perdamaian dan keamanan di kawasan itu menuntut iklim kepercayaan, non-agresi, penyelesaian perbedaan secara damai dan penghormatan terhadap aturan internasional.

Singh mendorong pemulihan status quo ante di semua titik gesekan di Ladakh timur selama pembicaraan dengan Wei Fenghe dalam kontak tatap muka tingkat tertinggi pertama antara kedua belah pihak setelah pertikaian perbatasan meletus di Ladakh pada awal Mei, dikutip dari NDTV, Sabtu (5/9).


Status quo ante diharapkan dapat mengembalikan keadaan sebelumnya. Istilah ini awalnya digunakan dalam perjanjian internasional untuk mengacu pada penarikan musuh dan pemulihan kepemimpinan sebelum perang.

Fokus pembicaraan yang berlangsung hampir dua setengah jam adalah pada cara-cara untuk menyelesaikan kebuntuan perbatasan yang berkepanjangan.

Menteri Pertahanan Ajay Kumar dan Duta Besar India untuk Rusia DB Venkatesh Varma adalah bagian dari delegasi India pada pembicaraan yang dimulai sekitar pukul 9:30 malam waktu setempat di sebuah hotel terkemuka di Moskow menyusul permintaan dari Wei.

"Pertemuan antara Raksha Mantri Shri @rajnathsingh dan Menteri Pertahanan China, Jenderal Wei Fenghe di Moskow telah berakhir. Pertemuan tersebut berlangsung selama 2 jam dan 20 menit," isi tweet dari kantor Singh.

Baik India dan China adalah anggota Organisasi Kerjasama Shanghai atau SCO, yang merupakan kelompok regional delapan negara yang terutama berfokus pada masalah keamanan dan pertahanan.

Pembicaraan antara pejabat militer kedua negara tidak banyak menghasilkan apa-apa sejak bentrokan mematikan pada bulan Juni. Eskalasi permusuhan terbaru terjadi setelah kemunduran singkat oleh kedua belah pihak di beberapa daerah.

Menteri Luar Negeri S Jaishankar juga telah mengadakan pembicaraan dengan Wang Yi melalui telepon mengenai kebuntuan masalah perbatasan.

Sumber mengatakan delegasi India sangat keberatan dengan upaya baru tentara China untuk mengubah status quo di tepi selatan Danau Pangong di timur Ladakh dan bersikeras untuk menyelesaikan kebuntuan melalui pembicaraan.

Komentar Singh di hadapan menteri pertahanan China dipandang sebagai pesan terselubung kepada China atas sengketa perbatasan di Ladakh timur.

Pasukan India dan China terlibat dalam pertikaian perbatasan yang tegang di Ladakh timur sejak Mei. Pada Juni, lebih dari 20 tentara tewas dalam bentrokan berdarah di Ladakh, dekat lembah Galwan. China juga menderita jumlah korban.

Ketegangan berkobar lagi setelah pasukan China mencoba menduduki wilayah di tepi selatan Danau Pangong Sabtu lalu, dan juga pada Senin. Pasukan India bersiap dan mencegah upaya untuk "secara sepihak mengubah status quo" di Garis Kontrol Aktual (LAC), kata pemerintah.

India sekarang telah mengambil kendali atas sejumlah langkah strategis dan juga telah menambah pasukan dan senjata untuk mengimbangi upaya China. Upaya tersebut dilakukan bahkan ketika kedua negara terlibat dalam pembicaraan diplomatik dan militer untuk menyelesaikan perselisihan perbatasan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya