Berita

Pakar telematika, Roy Suryo/Net

Politik

Yosi Project Pop Dinilai Tak Kompeten Ketuai Siberkreasi, Roy Suryo: Saya Menyebut Mereka Ini Piaraan Pemerintah!

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2020 | 10:10 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Program Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang dilaksanakan oleh Siberkreasi disoal, karena diketuai oleh Herman Josis Mokalu (Yosi Project Pop) yang dinilai tidak kompeten.

Salah satu yang sependapat dengan penilaian tersebuat ialah pakar telematika, Roy Suryo. Karena menurutnya, Kemenkominfo tidak objektif dalam menunjuk pelaksana program literasi digital.

"Saya sebut Yosi ini enggak punya kompetensi sama sekali. Kita hanya tahu dia sebagai artis, artis project pop, artis yang ngocol lah. Okelah dia bisa bikin ketawa. Tapi kemampuan dia untuk mendidik literasi masyarakat, pengetahuan dia soal digital teknologi itu dipertanyakan," ujar Roy saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/9).


Seharusnya, lanjut mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu, Kemenkominfo menunjuk orang-orang yang mempunyai latar belakang keilmuan yang terkait dengan literasi digital.

"Seorang yang mengajar digital tekhnologi itu dia punya kapasitas melakukan literasi ke masyarakat, entah itu seorang dosen, atau seorang pengajar, atau punya sertifikat digital," ungkapnya.

Sebagai contoh, Roy menyebutkan pihak-pihak yang kompeten untuk menjalankan program tersebut. Diantaranya, bisa diserahkan ke kampus-kampus seperti UNAIR, UGM, UI, dan kampus-kampus lain yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Mereka (kampus) punya fakultas komunikasi, mereka punya jurusan yang berkompeten. Atau bisa saja diserahkan atau diajak ISKI (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia), artinya mereka yang punya teori, punya kemampuan untuk itu dan mereka bisa mendidik yang benar," paparnya.

Karena itu, Roy Suryo mempertanyakan pola penunjukan Yosi Project Pop sebagai ketua Siberkreasi oleh Kemenkominfo. Sebab menurutnya, jangan sampai muncul dugaan proses tersebut diputuskan secara sepihak. Alih-alih hanya karena kedekatan sesorang terhadap pemerintah.

"Jangan gara-gara dia condong atau pro ke pemerintah, gitu loh! Di twitter saya menyebut mereka ini piaraan pemerintah. Bahkan saya mengajak ayo kita tandaiin atau kita kasih kalung saja. Jadi kalau mereka-mereka lagi bikin Youtube, atau unggah konten itu rakyat tau, oh ini piaraan pemerintah ini. Jadi kita ngerti oh ini piaraan pemerintah, bayaran ini," tuturnya.

"Dan faktanya, ada beberapa testimoni dari para influencer itu yang nyata-nyata mereka itu enggak ngerti, sebenarnya saya disuruh ngomong apa? Ini kan konyol banget. Artinya uang miliaran yang dihitung sama ICW sampai habis 90 M, ini enggak boleh sembarangan dipergunakan," demikian Roy Suryo.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya