Berita

Aksi protes warga Mongolia di depan Kedutaan Besar China di Ulaanbaatar/Net

Dunia

Bahasa Mongol Dihapus Dari Kurikulum Sekolah, Warga Mongolia Dalam Di China Protes

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 18:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah orang Mongolia di China bagian utara melakukan aksi protes besar-besaran atas perubahan kurikulum sekolah yang menghapuskan bahasa Mongolia dari mata pelajaran inti.

Mulai 1 September, pedoman baru di wilayah Mongolia Dalam yang dikelola China mengharuskan mata pelajaran sekolah dasar dan menengah, termasuk sejarah hingga politik, menggunakan bahasa Mandarin.

Perubahan tersebut membuat etnis Mongolia geram. Direktur Enghebatu Togochog mengatakan, mereka yakin perubahan kurikulum tersebut dilakukan oleh Beijing untuk menghapus budaya Mongolia.


Sebagai aksi protes, Reuters pada Rabu (2/9) melaporkan, para orangtua menarik anak-anaknya dari sekolah.

Dari video yang diedarkan oleh Pusat Informasi Hak Asasi Manusia Mongolia Selatan yang berbasis di New York, terlihat kerumunan siswa dan orangtua yang marah berkumpul di luar sekolah untuk memprotes perubahan kurikulum.

Dalam keterangannya, pusat tersebut menyebut jumlah pengunjuk rasa mencapai ribuan. Namun angka tersebut belum dapat divalidasi.

Video lainnya menunjukkan, pihak berwenang memberlakukan jam malam di Kota Lubei, bagian timur wilayah tersebut.

Otoritas lalu lintas di Fengzhen, kota di tenggara Hohhot, pada Senin mengumumkan akan mengeluarkan keadaan darurat untuk melibatkan bahasa etnis guna menjaga stabilitas politik dan sosial di kota.

Sementara itu berdasarkan penelusuran Reuters, video protes yang muncul di situs media sosial Weibo pada Senin (31/8) tampak sudah dihapus.

Aksi protes tersebut juga langsung memantik amarah warga Mongolia yang merdeka.

Di ibukota Ulaanbaatar, sejumlah kecil warga berkumpul di depan Kedutaan Besar China untuk memprotes perubahan kurikulum tersebut.

Mantan Presiden Mongolia, Tsakhia Elbegdorj pada Selasa (1/9), melalui akun Twitter-nya mengatakan, penggunaan bahasa ibu dan kitab suci merupakan hak setiap orang, termasuk etnis Mongolia.

"Hak untuk belajar dan menggunakan bahasa ibu seseorang adalah hak yang tidak dapat dicabut untuk semua," ujarnya.

Di sisi lain, standarisasi pendidikan nasional di China merupakan kebijakan utama di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping yang terus mempromosikan kesetiaan pada negara dan Partai Komunis.

Program untuk menggantikan bahasa etnis dalam mata kuliah inti telah diterapkan di Xinjiang dan Tibet mulai 2017.

“Menguasai bahasa lisan dan tulisan nasional adalah tanggung jawab dan kewajiban setiap warga negara China. Ini adalah perwujudan nyata dari cinta untuk partai dan negara," kata outlet media pemerintah, Inner Mongolia Daily.

Sejauh ini, Kementerian Pendidikan China dan Komisi Urusan Etnis belum memberikan tanggapan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya