Berita

Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo 2020 di DPR RI/Repro

Politik

Corona Menguji Jokowi, Wakil Rakyat: Dengan Segala Hormat, Selamatkanlah Anak Bangsa

RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 04:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gugurnya dokter dan tenaga kesehatan adalah kehilangan aset besar bagi bangsa yang masih berjibaku melawan pandemik Covid-19. Kabar duka meninggalnya 100 tenaga medis yang menangani Covid-19 makin terpukul dengan kurva penyebaran virus corona yang belum menurun.
 
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati mengatakan, data Pandemic Talks menyebut Indeks Pengaruh Kematian Nakes (IPKN) karena Covid-19 di Indonesia mencapai 223. Artinya, Covid-19 memiliki dampak kematian tenaga kesehatan terburuk di dunia.

"Ini bukan alarm kebakaran lagi, ini sudah alarm tsunami. Semua komponen bangsa harus bangun dari zona amannya, bahwa seolah kita tidak apa-apa, bahwa ekonomi jauh lebih penting dari kesehatan. Jangan lagi pemerintah menyebut wafatnya nakes (tenaga kesehatan) kita karena tidak disipin. Adakah empati di sana?" ujar Mufida dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9).


Mufida mengingatkan saat ini daya tampung rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19 sudah penuh. Jakarta merilis, per Jumat 28 Agustus 2020 kapasitas ruang isolasi dan ICU di RS rujukan sudah terisi 70 persen.

"Bisa dibayangkan apa yang selanjutnya terjadi? Italia yang pada awalnya sangat tinggi korban Covid-19, saat sudah berangsur turun, tapi kita masih terus menanjak," jelasnya.

Oleh karenanya, harus ada langkah revolusioner dan eksponensial dari pemerintah agar jumlah konfirmasi positif Covid-19 dan angka kematian karena Covid 19 menurun.

"Kita mengerti perlu program pemulihan ekonomi nasional yang terpukul akibat pandemik. Semua kebijakan untuk pemulihan ekonomi sudah dilaksakan, bahkan alokasu annggarannya tidak kecil. Tapi Kami mohon peyelamatan nyawa rakyat harus tetap menjadi prioritas," jelasnya.

"Di sinilah jiwa kepemimpinan kepala negara diuji. Apakah benar-benar melaksanakan semua arahan dan keberpihakannya terhadap pemulihan penyakit ini? Kami minta dengan segala hormat, Bapak Presiden Republik Indonesia melakukan langkah nyata menyelamatkan nyawa anak bangsa," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya