Mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dan mantan Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba/Net
Sebuah survei yang dilakukan oleh Kyodo News menunjukkan, mantan Menteri Pertahanan Jepang, Shigeru Ishiba menjadi calon paling populer untuk menggantikan Shinzo Abe sebagai perdana menteri.
Hasil survei yang dirilis pada Minggu (30/8) tersebut menunjukkan, Ishiba memiliki dukungan sebesar 34 persen atau lebih dari dua kali lipat dukungan yang didapat Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga sebesar 14 persen. Padahal, selama ini Suga dianggap sebagai pengganti Abe yang paling kuat.
Serupa dengan Kyodo News, hasil survei yang dilakukan oleh Nikkei juga menunjukkan Ishiba memegang kendali dengan 28 persen dukungan. Lalu diikuti oleh Menteri Pertahanan Taro Kono dengan 15 persen.
Sementara itu, Suga berada di posisi keempat dengan 11 persen.
Survei tersebut, seperti dikutip
Reuters tampaknya menunjukkan perpecahan antara opini publik dan politik internal Partai Demokratik Liberal (LDP).
Pasalnya, media lokal menyebut, Suga yang merupakan sekutu berat Abe memiliki posisi yang sangat menguntungkan. Ia diproyeksikan mendapatkan dukungan dari faksi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal LDP, Toshihiro Nikai dan beberapa faksi besar lainnya.
Sementara itu, Ishiba sendiri merupakan sosok yang kerap vokal mengkritik pmerintahan Abe. Ia gagal menantang Abe dalam pemilihan pada 2018 karena dianggap kurang populer di dalam partai.
Selain Suga dan Ishiba, kandidat potensial lainnya adalah kepala kebijakan LDP Fumio Kishida, yang menempati posisi terakhir dalam dua survei opini publik di atas.
Pengunduran diri Abe secara tiba-tiba pada Jumat (28/8) karena masalah kesehatan telah menciptakan panggung perebutan kekuasaan di dalam partai.
Menurut
NHK, pemilihan pengganti Abe akan berlangsung pada 13 hingga 15 September 2020.
Wakil Direktur Pusat Strategi Pembuatan Kebijakan di Universitas Tama, Brad Glosserman, mengatakan Suga adalah taruhan yang aman dalam hal dinamika internal LDP, tetapi mungkin tidak ideal pada waktu pemilihan. Pemilihan umum harus diadakan pada akhir Oktober 2021.
"Dia tampaknya tidak memiliki karisma atau visi untuk mendorong Jepang ke arah yang baru. Dia tampaknya menjadi Nomor Dua yang abadi, dia memenuhi janji yang dibuat oleh bosnya," kata Glosserman.
Pernyataan Glosserman sendiri merujuk pada sosok Suga yang merupakan pengikut setia Abe. Jika didapuk sebagai perdana menteri, ia diperkirakan akan melanjutkan program-program yang telah dikenalkan oleh Abe.