Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Bulan Depan 99,9 Persen Resesi, Iwan Sumule: Gagal, Tapi Tak Punya Budaya Malu

SENIN, 31 AGUSTUS 2020 | 08:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan mengejutkan disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD mengenai kondisi ekonomi Indonesia di bulan depan. Dengan gamblang dia menyebut bahwa Indonesia akan 99,9 persen mengalami resesi.

Pernyataan ini menimbulkan beragam tanggapan. Khususnya mengenai kompetensi Mahfud menyampaikan prediksi ekonomi yang bukan di bidangnya. Padahal Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati belum menyatakan apakah akan terjadi resesi ekonomi atau tidak.

“Menko itu bukan ahli ekonomi, komentarnya tak berarti. Mahfud lebih tahu atau sok tahu?” begitu sindir Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (31/8).


Terlepas dari itu, Iwan Sumule menegaskan bahwa resesi terjadi jika dua kuartal berturut-turut ekonomi Indonesia mengalami laju yang negatif.

Sementara laju ekonomi Indonesia tahun ini konsisten menurun. Kuartal I 2020 ekonomi memang masih tumbuh di 2,97 persen, tapi kuartal II 2020 mengalami minus (-) 5,32 persen.

Presiden Joko Widodo sendiri sempat mengaku tidak mengerti lagi harus bagaimana jika kuartal III 2020 ekonomi Indonesia kembali minus.

“Jokowi dalam berbagai pidatonya bahkan masih bersyukur karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dari negara lain, karena negara lain ada yang minus (-) 11 persen,” terangnya.

Pernyataan Jokowi itu, sambung Iwan Sumule, seharusnya menjadi patokan keberhasilan pemerintah. Artinya, jika laju tetap negatif, maka sama artinya pemerintah telah gagal.

Sebaiknya, sambung Iwan Sumule, kegagalan itu diakui dan diikuti dengan langkah jiwa besar untuk undur diri agar yang lebih ahli bisa selamatkan Indonesia.

“Kalau gagal tapi tak merasa gagal ya percuma. Apalagi budaya malu tak punya. Beda dengan Jepang,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya