Berita

Jalan tol/Net

Publika

Permintaan Yang Janggal, Di Mana Akal TGUPP?

KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 | 08:40 WIB

“TIADA angin tiada hujan" tiba-tiba suatu kebutuhan kelompok 'bikers' difasilitasi oleh Gubernur Anies melalui surat resmi meminta izin kementerian PUPR untuk diperbolehkannya memakai sebagian badan jalan tol ruas Kebon Nanas - Tj Priok untuk digunakan di hari minggu pagi sebagai jalur bersepeda para 'biker'. Atas nama kebutuhan lintasan bersepeda. Keren juga.

Yang menjadi pertanyaan apakah surat permohonan Anies itu hasil “engineering” Tim GUPP atau Anies berinisiatif langsung atau permintaan koneksi 'bikers' yang melihat peluang karena sang Gubernur punya hobi yang sama?

Manapun yang berlangsung seharusnya TGUPP punya kepekaan pro aktif pada nalar logika, beri rekomendasi yang masuk akal. Diminta atau tidak atas suatu tindakan yang terkait kebijakan dan kinerja gubernur.


Ditilik dari bahasa surat permohonan yang beredar, ada kesan argumen yang dipaksakan. Bila persoalannya adalah lintasan sepanjang Sudirman - Thamrin, maka kompensasi kekurangan kebutuhan masih dapat memakai sepanjang jalan Slipi - Gatsu hingga MT Haryono. Toch hanya hari minggu dan dari jam 06 hingga 09 saja. Jauh lebih mudah ketimbang resiko gowes di jalan tol layang itu.

Bagaimana mungkin seorang Anies yang kita kenal cermat dalam setiap keputusannya itu bisa memakai pemahaman yang cenderung dipaksakan itu.

Meskipun mempunyai hobi yang sama, tapi Anies bukan tipikal yang memanfaatkan kekuasaan untuk kesenangan pribadi.

Tidak tertutup pula kemungkinan ada yang  memanfaatkan kebaikan hati Anies dengan memberi usulan secara meyakinkan karena kapasitas yang dimilikinya. Dalam konteks ini di mana peranan koreksi dari TGUPP ?.

Alih-alih hanya jadi "yes men", bukankah lebih baik mendemonstrasikan profesionalisme para anggota di tim itu terkait agenda yang terasa janggal itu.

Daripada justru hanya mampu memberi alternatif yang menyulitkan posisi gubernur semacam melawan putusan 'incracht' pengadilan tertinggi, dimana hidup seorang warga telah dibuat menderita belasan tahun,  selain tampak hilangnya akal sehat juga tidak ada hati nurani.

Di samping itu jangan lupa, hilangnya penegakan kebenaran hukum itu sebagai pendamping gubernur, juga sadar atau tidak dapat merusak atau menodai nama baik Gubernur Anies yang dikenal adil dan bijak.

Adian Radiatus

Pemerhati ibukota

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya