Berita

Petani di depan Istana Negara sempat saling dorong mendorong dengan aparat kepolisian yang berjaga/Repro

Politik

Aksi Di Depan Istana Memanas, Petani: Kami Sudah Capek Pak Presiden!

RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 14:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aksi unjuk rasa petani dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) yang tergabung dalam Gerbang Tani di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/8) sempat memanas.

Terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dan aparat kepolisian yang berjaga mengawal jalannya aksi.

Melalui rekaman video amatir yang diterima redaksi dari petani, tampak ratusan petani yang mengenakan topi tani berteriak histeris saat terjadi dorong-dorongan dengan polisi.


"Kami sudah capek. Kami sudah capek Pak Presiden," teriak massa.

Aksi saling dorong tersebut tidak berlangsung lama setelah Koordinator Aksi yang juga Dewan Pembina SPSB, Aris Wiyono menerobos ke tengah kerumunan aparat dan massa yang terlibat kisruh.

"Sudah, sudah pak, sudah," teriak Aris Wiyono.

Adapun kedatangan mereha hari ini merupakan aksi lanjutan. Aris Wiyono menegaskan, aksi hari ini bertujuan untuk mendesak pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo memberikan kepastian hukum terhadap konflik agraria di Simalingkar dan Sei Mencirim.

Pada aksi Senin kemarin (24/8), para petani dijanjikan utusan Istana yang diwakili oleh Deputi IV KSP bahwa tuntutan mereka akan diselesaikan dalam dua hari.
Oleh karenanya, hari ini mereka kembali berharap kepada Kepala Negara agar konflik antara petani dua desa dengan PTPN II ini terjadi di atas tanah seluas 1.704 hektare dengan rincian 854 hektare terjadi di Desa Simalingkar dan 850 hektare di Desa Simencirim bisa diselesaikan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya