Berita

Toko Ace Xpress di kawasan Bintaro/RMOL

Hukum

The Untold Stories, Cerita Di Balik Cerita Saat Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Editor Metro TV

SELASA, 25 AGUSTUS 2020 | 18:43 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

Pada tanggal 10 Juli 2020, Indonesia digemparkan dengan kabar tewasnya seorang wartawan yang bekerja sebagai Editor Metro TV.

Jenazah Yodi Prabowo ditemukan tewas secara mengenaskan di pinggir Tol JORR Pesanggrahan, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada tanggal 10 Juli 2020.

Dalam proses penyelidikannya, Polisi menemukan salah satu barang bukti berupa bukti rekaman CCTV saat Yodi Prabowo memasuki Toko Ace Hardware di kawasan Tangerang Selatan.


Di toko itu, Yodi diketahui membeli sebuah pisau pada tanggal 7 Juli 2020, siang hari.

Dari hasil investigasi polisi, sebilah pisau yang ditemukan di lokasi penemuan jenazah Yodi adalah senjata yang dipakai mengakhiri hidup korban.

Polisi pun menelusuri perihal asal pisau itu.

Pisau itu memiliki merk khusus yang hanya dijual di toko Ace Hardware.

Lalu, the untold stories apa yang mau diungkap di sini?

Ternyata, polisi bekerja sangat gigih, cekatan, prosedural dan profesional.

Setelah mengetahui bahwa pisau yang dipakai Yodi untuk bunuh diri hanya dapat dibeli di Toko Ace Hardware, ternyata polisi melakukan penelusuran ada berapa Toko Ace Hardware di sekitar lokasi tewasnya Yodi.

Dari hasil penelusuran polisi, ada 2 toko Ace Hardware yang didatangi polisi.

Salah satu yang didatangi polisi adalah Toko Ace Xpress di Jalan RC Veteran Bintaro (yang searah dengan TPU Tanah Kusir dan RS Suyoto di kawasan Jakarta Selatan).

Tim Kepolisian yang mendatangi toko itu menjelaskan duduk perkaranya ke pihak toko.

Kemudian polisi juga membawa surat resmi yang intinya adalah perlu membuka rekaman CCTV yang ada di toko itu pada tanggal yang dperkirakan Yodi datang untuk membeli pisau.

Di Toko Ace Xpress yang didatangi polisi ini, rekaman CCTV diperiksa dengan seksama oleh kepolisian.

Ternyata pada tanggal 7 Juli 2020, tidak ada pembeli yang wujudnya seperti Yodi Prabowo datang ke toko itu.

Di Toko Ace Hardware kedua di kawasan Tangerang Selatan, barulah Polisi menemukan bukti bahwa memang benar Yodi Prabowo datang ke toko itu untuk membeli pisau yang digunakannya untuk bunuh diri.

Polisi pun meminta copy rekaman CCTV saat Yodi datang membeli pisau.

Rekaman CCTV dari toko Ace Hardware itulah yang menjadi kunci penting yang menguak fakta menyedihkan bahwa Yodi membeli sebilah pisau di toko itu untuk bunuh diri.

Baju yang dikenakan Yodi saat membeli pisau itu adalah baju yang sama yang melekat di jenazah Yodi saat ditemukan 3 hari setelah kematiannya.

Tim gabungan polisi yang mengungkap kasus tewasnya Yodi Prabowo adalah Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya dan Tim Satreskrim Polres Jakarta Selatan.

Hari ini, tepat 1 bulan kasus tewasnya Yodi Prabowo berhasil diungkap oleh jajaran Kepolisian.

Tanggal 25 Juli lalu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat didampingi Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, menggelar jumpa pers di Mapolda Metro Jaya untuk merilis hasil penyelidikan mereka terhadap kasus tewasnya Yodi Prabowo.

Hari ini, Selasa (25/8) Kantor Berita Politik RMOL mendapatkan cerita eksklusif dari salah satu Toko Ace Xpress Bintaro yang didatangi kepolisian saat menyelidiki kasus tewasnya Yodi Prabowo di kawasan Rempoa.

"Toko kami adalah toko Ace Hardware pertama didatangi polisi waktu menangani kasus kematian wartawan itu. Polisi tanya soal pisau. Lalu minta izin untuk membuka rekaman CCTV kami. Dari rekaman CCTV, tidak ada pembeli kami yang seperti almarhum datang membeli pisau pada tanggal yang disebutkan polisi," kata seorang pegawai Toko Ace Xpress kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/8).

Toko Ace Hardware di dekat RS Suyoto ini didatangi polisi, mengingat lokasinya merupakan titik terdekat dengan Tol Pesanggerahan.

Cerita yang disampaikan pegawai Toko Ace Hardware ini sungguh menarik disimak.

Sebab ternyata, polisi begitu sigap, tanggap dan sangat cekatan menelusuri semua informasi yang berkaitan kasus Yodi Prabowo untuk bisa menemukan bukti-bukti yang lebih banyak dan akurat.

Sehingga akhirnya, hanya dalam waktu 2 minggu kasus tewasnya Yodi Prabowo bisa diungkap oleh Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan.

Salut untuk jajaran kepolisian Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan.

Polisi patut diapresiasi. Utamanya Kombes Tubagus Ade Hidayat, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak dan AKBP Mochamad Irwan Susanto, beserta seluruh tim mereka yang tergabung dalam tugas penyelidikan kasus kematian Yodi Prabowo.

Tabik Bapak Bapak Polisi !!!

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya