Berita

Ketua PP ISNU, Fadli Yasir/RMOL

Politik

Belasan Pegawai Kementan Terpapar Corona, Fadli Yasir: Model Penanganan Covid-19 Harus Dievaluasi

SELASA, 25 AGUSTUS 2020 | 04:53 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Fadli Yasir mengatakan, terpaparnya belasan pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi momentum semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan dan anjuran para ahli yang memiliki kewenangan penanganan virus corona baru (Covid-19).

Menurut Fadli, beberapa waktu lalu publik sempat digemparkan oleh pernyataan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terkait kalung herbal anti corona.  

Saat itu, Kementan mengklaim akan memperluas penggunaan kalung berbahan eucalyptus (kayu putih) yang disebut bisa membunuh virus corona.


"Terpaparnya belasan pegawai Kementan ini jadi peringatan semua pihak untuk lebih berhati-hati. Lebih baik patuhi anjuran pihak-pihak berwenang seperti Kemenkes , pendekatan krisis hadapi bencana non alam virus harus dengan pendekatan medis," demikian kata Fadli saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/8).

Dalam situasi seperti saat ini, mantan Ketua PW Ansor Sumatera Utara ini mendesak pemerintah pusat lebih serius melakukan penanganan pandemik Covid-19. Termasuk menertibkan informasi pemerintah yang berpotensi memunculkan polemik di masyarakat.

"Kalau kita amati banyak polemik yang justru berasal dari pemerintah sendiri. Imbasnya kesadaran masyarakat agar segera lepas dari krisis corona semakin jauh dari kenyataan," demikian kata Pria asal Tanjung Balai, Sumatera Utara ini.

Fadli mengaku khawatir jika terpaparnya belasan pegawai Kementan tidak dijadikan momentum evaluasi pemerintah pusat, kasus penyebaran Corona di Indonesia semakin meningkat.

"Suka tidak suka pemerintah harus segera evaluasi total model penanganan dan penyampaian informasi publik terkait pandemik Corona," pungkas Fadli.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya