Berita

Penampakan kalung anti corona yang dipakai Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo/Repro

Kesehatan

Belasan Pegawai Kementan Terpapar Covid-19, Pengamat: Bukti Kalung Anti Corona Bukan Penangkal Virus

SENIN, 24 AGUSTUS 2020 | 20:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Temuan belasan pegawai di lingkungan Kementerian Pertanian yang positif Covid-19 menjadi ironi.

Hal ini seakan kontras dengan kementerian pimpinan Syahrul Yasin Limpo yang pernah membuat gempar publik dengan kalung anti Covid-19 yang akan diproduksi masal.

"Jadi benda atau kalung anti corona sesungguhnya bukanlah alat untuk menangkal virus. Faktanya, banyak pegawai di Kementan yang terkena Corona," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/8).


"Corona itu bisa diatasi dengan vaksin. Bukan dengan kalung Corona buatan Kementan," sambung Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu.

Di sisi lain, Kepala Sub Bagian Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Ditjen PKH Kementan, Aryani Gumelar menduga karyawannya terpapar corona di luar kantor.

Pasalnya, lanjut dia, seluruh pegawai di Ditjen PKH Kementan sudah melaksanakan kegiatan perkantoran secara penuh.

"Jadi ada yang melakukan rapat di luar kantor, ada yang tatap muka dan sebagainya. Sebelumnya kan rapat memang dilakukan secara virtual," ujar Aryani.

Saat ini, Kementan melakukan karantina wilayah atau lockdown di Gedung C Lantai 6-9 selama tiga hari pada 24 sampai 26 Agustus 2019 untuk dilakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya