Berita

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat/Net

Politik

Lestari Moerdijat: Penyaluran Bantuan Ke Pelaku UMKM Harus Tepat Sasaran

SENIN, 24 AGUSTUS 2020 | 02:57 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah dan masyarakat diminta mengawasi penyaluran bantuan produktif usaha mikro senilai Rp 2,4 juta per pelaku UMKM itu agar tepat sasaran.

"Melihat singkatnya proses persiapan penyaluran bantuan untuk UMKM ini, saya menyarankan agar dilakukan pengawasan yang ketat dalam penyalurannya," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Minggu (23/8).

Menurut Lestari, realisasi program bantuan ini terbilang cepat. Pada 11 Agustus 2020, program bantuan untuk UMKM ini diumumkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.


Pemerintah menargetkan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, ada 4,5 juta pelaku UMKM yang akan menerima bantuan tersebut pada Agustus 2020 dan pada akhir September 2020 direncanakan 9,1 juta pelaku UMKM sudah bisa menikmati bantuan tersebut.

Melihat singkatnya waktu penyaluran, Rerie berharap, proses penyalurannya harus diawasi dengan ketat.

Menurut Legislator Partai Nasdem itu, pengawasan bisa dimulai dari data base penerima bantuan.

"Proses verifikasi antara data yang dimiliki Pemerintah dengan kenyataan di lapangan harus dilakukan dengan benar," ujar Rerie.

Langkah tersebut, jelasnya, antara lain untuk menghindari terjadinya penyelewengan dana bantuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Demikian juga, menurut Rerie, para penerima bantuan diwajibkan memberikan laporan pemanfaatan dana tersebut agar bantuan tersebut tepat pemanfaatannya, sesuai yang direncanakan.

Selain itu, ujar Rerie, Pemerintah juga harus bisa memastikan bahwa pelaku UMKM yang mendapat bantuan sudah dibekali keterampilan beradaptasi melalukan inovasi produk untuk menyesuaikan permintaan pasar yang baru, di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Pelaku UMKM yang terdaftar menerima bantuan dana, diharapkan juga mendapat keterampilan agar bisa beradaptasi menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19," tegas Rerie.

Waktu untuk mengatasi ancaman resesi ekonomi di dalam negeri, menurut Rerie, relatif singkat. Perlu kerja sama yang baik antara Pemerintah dan masyarakat untuk menggerakkan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Keseimbangan antara upaya pengendalian Covid-19 dan penyelamatan ekonomi nasional dari resesi, menurut Rerie, baru bisa dilakukan dengan baik bila masyarakat memiliki pandangan yang sama dengan Pemerintah dalam menghadapi situasi saat ini.

Disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan memakai sabun, dalam keseharian, kata dia, merupakan salah satu bentuk dukungan masyarakat yang sangat diperlukan saat ini.

"Perlu dorongan dari para tokoh masyarakat, agar masyarakat bisa bergerak bersama Pemerintah untuk mengatasi krisis di bidang kesehatan dan ekonomi saat ini," pungkas Rerie.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya