Berita

Jaksa Pinangki (tengah) saar bertemu dengan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking/Net

Politik

MAKI: Jaksa Pinangki Pernah Berkantor Di Kejagung, Rekaman Aktivitasnya Bisa Hilang

MINGGU, 23 AGUSTUS 2020 | 13:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Insiden kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) membuat masyarakat curiga adanya kesengajaan yang berkaitan dengan kasus besar yang tengah ditangani.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman pun turut menyorot keberadaan dua alat penting yang hilang akibat kebakaran tersebut.

Kedua benda itu adalah CCTV dan alat sadap yang terpasang di gedung Kejagung. Kebakaran, katanya, akan mengakibatkan rekaman aktivitas pegawai hilang terbakar oleh api. Apalagi gedung Kejagung habis terbakar selama 11 jam.


Sorotan Boyamin lantas difokuskan pada kasus besar yang tengah ditangani Kejagung, salah satunya kasus penangkapan buron kelas kakap Djoko Tjandra.

Di mana dalam kasus ini, jaksa Pinangki Sirna Malasari resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sementara kantor jaksa Pinangki ada di dalam gedung yang terbakar.

Artinya, ada kemungkinan rekaman CCTV dan alat sadap aktivitas jaksa Pinangki akan hilang.

“Paling tidak oknum Jaksa P itu kan juga berkantor di situ kan dulunya. Paling tidak kegiatan-kegiatan dia tuh apa aja, kan karena nyatanya ada dugaan Anita dan R itu yang juga diduga mengantar Djoko Tjandra itu kan juga pernah bertemu di kantor itu kan,” urainya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (23/8).

“Setidaknya CCTV yang kira-kira merekam kegiatan oknum Jaksa P ini kan juga sudah menjadi hilang kalau memang belum diamankan loh ya," ujar Boyamin

Namun demikian, Boyamin berharap kejadian kebakaran yang menghanguskan enam lantai itu murni musibah dan bukan diakibatkan adanya kesengajaan seperti yang dicurigakan masyarakat.

"Mudah-mudahan ini karena terbakar saja karena semata-mata faktor alam, bukan yang lain," pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya