Berita

Salah satu adegan dalam film Tilik/Repro

Hiburan

Kejutan Film Tilik, Siapa Yang Harus Dikasihani?

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 | 20:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Film ini membawa kejutan manis di tengah kejenuhan suasana pandemik Covid-19. Menjadi tontonan apik setelah memperingati HUT RI ke-75, sekaligus menyentil kita: setelah puluhan tahun merdeka apakah kita bisa merdeka dari yang namanya gunjingan?

Film yang sebenarnya diproduksi pada 2018 tetapi baru viral di saluran Youtube pada 17 Agustus ini mengisahkan serombongan ibu-ibu dari desa yang akan menjenguk Ibu Lurah yang sedang sakit. Mereka menumplak truk yang disewa secara dadakan. Sepanjang perjalanan mereka bergunjing. Siapa yang digunjingkan? Tentu saja yang tidak ada bersama mereka, seseorang yang menjadi kembang desa yang meski usianya sudah cukup untuk menikah tetapi ternyata belum menikah juga.  

"Dian ki gaweane opo yo? Kok jare ono sing tau ngomong yen gaweane rak genah kui loh…”


Kalimat itu menjadi pembuka pergunjingan yang dilontarkan Ibu Tedjo, peran sentral film berdurasi 30 menit ini yang kemudian tokoh itu menjadi viral.

Sampai di sini rasanya penonton sudah bisa menebak akan dibawa kemana menit-menit berikutnya yang sarat dengan pergunjingan dan perdebatan antar ibu-ibu di atas truk itu. Ada juga seorang ibu yang  berusaha mengingatkan tidak baik membicarakan orang lain yang belum tentu terbukti kebenarannya.

Film yang disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo ini sangat menggelitik dan unik. Selain Ibu Tedjo, yang suaminya bakal calon lurah, tokoh lainnya yang lekat dengan penonton adalah Dian. Walau sosoknya baru muncul menjelang akhir film, tetapi nama serta ‘aktivitasnya selalu disebut-sebut Ibu Tedjo sepanjang perjalanan. Membuat penonton menjadi familiar sekaligus gemas, seperti apa sosok yang terus-terusan ‘dijulitin’ Ibu Tedjo ini?

Ibu Tejo sendiri digambarkan sebagai perempuan yang suka bergosip dan senang memulai ‘ngomongin orang’.  Kelihatan sekali Ibu Tedjo tidak menyukai Dian. Dia mempertanyakan bagaimana bisa Dian memiliki banyak barang bermerek, kalau bukan karena pekerjaannya yang ‘nggak bener’ itu. Ibu Tedjo juga menyinggung Dian yang belum menikah meskipun usianya sudah sangat cukup.

Ibu Tedjo juga mengingatkan ibu-ibu yang ada di atas truk untuk waspada karena bisa saja para suami terpikat pada kecantikan Dian.

Sementara tokoh Dian adalah perempuan yang memiliki paras cantik dan membuat iri satu kampung karena hanya lulusan SMA tetapi bisa bekerja di kota dan punya barang serba bagus.

Sedangkan tokoh Yu Ning, lawan debat Ibu Tedjo, masih memiliki ikatan kerabat dengan Dian. Lumrah rasanya ia tidak suka Ibu Tedjo terus-terusan membicarakan Dian. Dia mencoba bertahan membela Dian dari serangan gosip, dan berharap gosip itu tidak benar. Dia bahkan harus sampai berdebat sengit demi menjaga nama baik Dian.

Menjadi lebih menarik, sepanjang film ini menggunakan bahasa Jawa. Celetukan-celetukan yang lucu, menggemaskan, dan juga menjengkelkan, lengkap terlontar di sini.

Film sederhana produksi Ravacana Film bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta ini sangat menghibur. Hanya dari atas truk, penonton digiring pada kenyataan betapa hidup tidak jauh dari gunjingan. Bahwa perempuan dinilai sebagai kaum yang dekat dengan budaya gosip sekaligus diskriminasi.

Tokoh Dian membuat penonton tersadar ketika perempuan dalam usia matang yang belum menikah akan menjadi santapan pembicaraan.

Lalu, bagaimana endingnya?

Ada kejutan kecil yang sekaligus membuat miris. Membuat kita akhirnya bertanya-tanya, siapa yang layak dikasihani. Ibu Tedjo, Dian, atau malah Yu Ning?   

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya