Berita

Ekonom senior, Dr. Rizal Ramli/Rep

Politik

Rizal Ramli: Tidak Adil Bandingkan Ekonomi Indonesia Dengan Singapura Dan Malaysia

JUMAT, 21 AGUSTUS 2020 | 15:25 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ekonom senior, Dr. Rizal Ramli tidak sependapat dengan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir yang membandingkan bahwa Indonesia belum dapat dikatakan resesi walaupun perekonomianya minus 5,32 persen.

"Tidak adil kalau kita bandingkan (ekonomi Indonesia) dengan Singapura dan Malaysia," kata RR saat menjadi pembicara talk show Tanya Jawab Cak Ulung bertajuk "Jurus Selamat dari Resesi ala Rizal Ramli", Jumat (21/8).

Mengapa dikatakan tidak adil, karena rakyat di Singapura dan Malaysia memiliki tingkat kesejahteraan tiga kali lipat dibandingkan dengan rakyat Indonesia.


"(Pendapatan rata-rata rakyat) Singapura itu sudah 57 ribu USD, kita hanya 4 ribu USD, sementara Malaysia 11 hingga 12 ribu USD," ungkap dia.

"Jadi tidak adil kalau kita bandingin Indonesia dengan Malaysia dan Singapura," tukas RR menekankan.

Dia menjelaskan, mengapa perekonomian Singapura saat ini minus alias anjlok di angka 16,5 persen, itu lantaran Singapura sangat bertantung kepada ekspor. Singapura, tingkat ekspornya tinggi yakni sebesar 175 persen dibandingkan dengan GDP.

"Jadi kalau ekonomi dunia anjlok, dia (Singapura) anjlok abis. Tapi kalau nanti pertumbuhan ekonomi dunia bangkit, dia bangkitnya lebih cepat," papar Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini.

Sementara Indonesia, masih dikatakan RR, tingkat ekspor kurang dari 20 persen dari GDP.

Namun yang paling penting, menurut RR, Singapura dan Malaysia walaupun perekonomianya minus alias anjlok, namun masih tetap bisa memberi makan rakyatnya.

"Mereka masih bisa kasih makan rakyatnya, bisa kasih fasilitas kesehatan rakyatnya, kasih fasilitas pendidikan. Malaysia digratiskan wifi untuk pelajar dan rakyat biasa, mereka cukup kaya dan kesejahteraan rakyatnya tinggi, kalau dibandingin sama kita, itu meski hati-hati. Karena pemerintah kita, kasih makan saja enggak bisa, dan bikin wifi gratis saja tidak bisa," urai begawan ekonomi ini.

Menteri BUMN yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan PEN, Erick Thohir sebelumnya mengatakan, Indonesia tidak lebih parah hanya karena perekonomiannya minus 5,32 persen.

Erick membandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Philipina dan Hongkong jauh lebih parah minus perekonomianya saat pandemik Covid-19 sekrang ini.

"Malaysia minusnya 17,1, Philipina 16,5, Singapura 12,6, kita 5,32, jadi kita enggak perlu berdebat lagi," kata Erick saat menjadi pembicara diskusi FM9 bertajuk "Ekonomi Bangkit dari Pandemi: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Sabtu lalu (15/8).

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya