Berita

Menkeu Sri Mulyani/Net

Politik

Serapan Dana Corona Rendah, Sri Mulyani Malah Salahkan Menteri Baru

KAMIS, 20 AGUSTUS 2020 | 00:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Di tengah rendahnya penyerapan dana penanganan virus corona baru (Covid-19) yang hanya menyentuh Rp 151,25 triliun atau 21,75 persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani justru menyindir para menteri baru.

Sri Mulyani menyatakan bahwa kendala belum maksimalnya penyerapan karena banyak menteri yang baru menjabat. Selain itu, dalam 3 bulan terakhir kebijakan pemerintah kerap berubah.

"Beberapa menteri juga masih baru. Tidak semua benar-benar paham birokrasi, belum pernah bekerja di pemerintah. Covid menghantam kebutuhan budget mereka, ada yang harus dipotong, ada yang harus diprioritaskan. Ini menjadi tantangan bagi mereka untuk manage sambil WFH," demikian kata Sri Mulyani, Rabu (19/8).


Presiden kata Sri Mulyani berkali-kali meminta agar penyerapan dana penanganan covid-19 dan pemulhan ekonomi nasional senilai Rp 695,2 trilun itu dimaksimalkan.

Sri Mulyani mengaku penerapan work from hom (WFH) turut menjadi kendala dalam implementasi alokasi anggaran yang sudah ditentukan. Apalagi, pandemik Covid-19 belum menandakan akan segera berakhir.

"Covid menyebar secara global, dan masih belum mencapai puncak. Tentu, pendapatan pemerintah akan jatuh dengan aktivitas ekonomi yang terhambat. Disisi lain, perlu ada budget untuk kesehatan yang dinaikkan secara drastis," demikian kata Menteri Keungan dua periode ini.

Sri Mulyani mengatakan, saat ini seluruh kementerian bekerja keras untuk memaksimalkan penyerapan dana Corona. Beberapa yang menjadi prioritas adalah 60 juta pelaku usaha mirko, kecil dan menengah (UMKM) dan juga dana perlindungan sosial.

"Semua kementerian seakan melihat di bawah mikroskop. Menkeu menyediakan ke presiden, dan seluruh kementerian, data anggaran yang diperlukan untuk dialokasikan. Presiden nanya, ini adalah waktu bagi semua menteri untuk melihat mikrodetail di situasi ini. Kita sedang bekerja gila gilaan ini untuk melihat detailnya di masing2 sektor," pungkas Sri Mulyani.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya