Berita

Rekonstruksi kasus klinik aborsi di Jakarta Pusat/Net

Presisi

41 Adegan Dilakukan Saat Rekonstruksi Klinik Aborsi Di Jakarta Pusat

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 23:49 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi kasus klinik aborsi di Jakarta Pusat. Ada sebanyak 41 adegan yang dipraktekkan di klinik tersebut.

"Ini hasil rekonstruksi 41 adegan yang dilakukan oleh 17 tersangka hari ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di lokasi Klinik Dr. Sarsanto, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (19/8).

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menambahkan, 17 tersangka yang telah ditetapkan memperagakan sendiri tanpa peran pengganti dalam rekonstruksi ini.


Proses rekonstruksi itu dimulai dari pendaftaran aborsi, proses aborsi hingga proses pemusnahan janin.

"Ada tiga tahapan di sini pertama, ada tahapan persiapan yang dilakukan. Sebelum dilakukan tindakan utama ada tindakan yang dilakukan baik itu membuat janji terlebih dahulu dengan pengelola dan ada juga langsung datang ke lokasi ini," kata Calvijn.

Setiap pasien yang datang, mereka akan dikawal oleh calonya masing-masing. Ada pula adegan saat proses aborsi berlangsung.

"Setelah berproses, tahapan selanjutnya adalah tahapan pengambilan tindakan yang dilakukan tim medis baik oknum dokter, bidan dan perawat," jelasnya.

Adegan terakhir yakni saat proses pemusnahan janin. Dalam adegan ini, para tersangka mempraktekan saat melarutkan janin hingga membakar janin.

"Dilakukan tindakan oleh salah satu oknum bagian pengelola tempat ini untuk mehilangkan barang bukti janin dengan cairan asam sulfat agar janin itu larut dan kemudian dibuang disalah satu saluran yang ada di lokasi," kata Calvijn.

Jika ada bagian janin yang belum hilang, dilakukan pembakaran di lantai dua atas yang dimodifikasi seperti cerobong asap supaya tidak terlihat atau tidak terkena bau.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya