Berita

Ekonom senior Faisal Basri dalam diskusi yang digelar LP3ES secara virtual/Repro

Politik

Faisal Basri: Kalau Banyak Kotak Kosong Enggak Usah Pilkada, Arisan Saja!

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 16:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Nyaris tidak ada perbedaan antara partai politik yang berada di koalisi pemerintah mau pun yang memilih berada di luar pemerintah atau oposisi.

Kondisi ini pun membuat kontestasi Pemilu, khususnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) hanya sekadar peralihan kekuasaan semata.

Ekonom senior Faisal Basri mengatakan, apabila ajang pemilu hanya sekadar ritual administratif peralihan kekuasaan, sebaiknya ditiadakan sama sekali. Terlebih belakangan banyak wilayah Pilkada yang menyajikan para calon melawan kotak kosong alias calon tunggal.


"Jadi baiknya arisan aja, enggak usah ada Pilkada. Toh ada Pilkada juga kotak kosongnya banyak, calon tunggalnya banyak," kata Faisal Basri saat mengisi diskusi yang digelar LP3ES bertajuk 'Pemilu dan Pilkada: Elit Recruitment dan Rasionalisasi Kepemimpinan Profesional di Daerah', Rabu (19/8).

Menurut Faisal Basri, hal itu ditengarai oleh biasnya fungsi partai politik itu sendiri sehingga membuat politik transaksional dan mengarah pada pragmatisme politik semata tanpa memikirkan keinginan rakyat.

"Nah implikasinya apa? Parpol gagal menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat," tuturnya.

Atas dasar itu, ekonom senior Indef ini mempertanyakan tujuan dan fungsi gelaran Pilkada yang mulai bergeser sebagai wujud perwakilan rakyat.

"Jadi pertanyaannya apa gunanya Pemilu Pilkada?" demikian Faisal Basri.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya