Berita

Kapal MV Wakashio yang kandas di perairan Mauritius/Net

Dunia

Polisi Tangkap Kapten Dan Wakil Kapal MV Wakshio Yang Karam Di Perairan Mauritius

RABU, 19 AGUSTUS 2020 | 06:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang Mauritian akhirnya menangkap kapten kapal MV Wakashio yang berkewarganegaraan India bersama wakilnya pada Selasa (18/8).

Polisi menetapkan kapten kapal itu sebagai tersangka atas insiden karamnya sebuah kapal milik Jepang di lepas pantai negara pulau Mautius dan memuntahkan berton-ton minyak ke perairan yang masih asli itu pada 25 Juli lalu.

"Kami menangkap kapten dan wakilnya hari ini. Mereka dibawa ke pengadilan atas tuduhan ketetapan. Penyelidikan berlanjut mulai besok dengan interogasi terhadap anggota awak lainnya," kata juru bicara Inspektur Shiva Coothen, seperti dikutip dari AFP, Selasa (18/8).


Polisi mengatakan kapten kapal itu adalah seorang warga negara India, sementara wakilnya berasal dari Sri Lanka. Mereka berdua didakwa atas tindakan pembajakan dan kekerasan laut dan akan muncul di pengadilan pada 25 Agustus mendatang.

MV Wakashio kandas di terumbu karang pada 25 Juli dan mulai mengalirkan minyak lebih dari seminggu kemudian, menumpahkan lebih dari 1.000 ton ke perairan biru yang populer di kalangan berbulan madu dan turis.

Hingga saat ini pejabat terkait belum mengungkapkan mengapa kapal yang sedang dalam perjalanan dari Singapura ke Brasil itu begitu dekat dengan pulau yang kini terguncang oleh bencana ekologis.

Kru penyelamat berhasil memompa sekitar 3.000 ton bahan bakar dari kapal curah sebelum terbagi menjadi dua pada hari Minggu, mencegah bencana lingkungan yang jauh lebih besar.

Pada hari Selasa (18/8) l mereka mulai menarik bagian yang lebih besar dari dua bagian Wakashio ke laut terbuka di mana ia akan ditenggelamkan. Bagian yang berisi ruang mesin tetap terjepit di terumbu karang.

"Kami terlibat dalam operasi yang rumit," kata direktur operasi maritim Alain Donat kepada AFP.

"Kami ingin memanfaatkan air pasang untuk menariknya sedikit demi sedikit. Bagian perahu ini panjangnya 225 meter dan lebar 50 meter," tambahnya.

Dia mengatakan kapal itu akan ditarik hampir 15 kilometer (sembilan mil) dari terumbu karang untuk kemudian ditenggelamkan.

Keputusan untuk menenggelamkan kapal itu diambil pada Senin setelah mereka berkonsultasi dengan para ahli Prancis yang telah dikirim untuk membantu Mauritius.

"Karena sebagian besar minyak telah dikeluarkan dan jumlah minyak yang tersisa sedikit, dampak operasi terhadap lingkungan diperkirakan akan terbatas," kata seorang pejabat dari Badan Kerjasama Internasional Jepang, bagian dari tim yang juga membantu mengatasi bencana di laut Mauritius itu.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya