Berita

Ketua SNNU , Witjaksono/Net

Politik

Momentum Kemerdekaan, SNNU: Pemulihan Ekonomi Nasional Harus Perhatikan Petani, Nelayan Dan UMKM

SELASA, 18 AGUSTUS 2020 | 00:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Witjaksono memaknai perayaan kemerdekaan Indonesia ke 75 dengan mengajak seluruh warga negara turut serta memulihkan ekonomi nasional.

Witjaksono mengatakan, jika pemerintah ingin segera keluar dari jebakan krisis yang diakibatkan oleh pandemik virus corona baru (Covid-19) maka yang harus diprioritaskan adalah 3 kelompok. Diantaranya, petani, nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Dengan adaya harlah 75 tahun saat segenap warga memberikan kontribusi nyata untuk peningkatan ekonomi nasional. Secara khusus supporting sistem bagi petani, nelayan dan ukm porsinya harus lebih besar daripada yang lain," demikian pemaknaaan Witjaksono soal kemerdekaan saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (17/8).


Menurut Pria yang juga Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N-PBNU) ini menyebutkan alasan kenapa 3 sektor itu yang perlu diprioritaskan.

Kata Witjak, 3 bidang pelau ekonomi tersebut sebagian besar adalah potret dan  menjadi sasaran kebijakan yang tepat.

"3 pelaku inilah ada di sebagian masyarakart indonesia, semoga indonesia menjadi negara yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur," demikian kata Witjak.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya