Berita

Anggota Polres Garut sudah diturunkan untuk mencari pengemudi mobil Kijang yang diduga menghalangi laju ambulans/Net

Presisi

Polres Garut Kejar Pengemudi Mobil Kijang Yang Halangi Laju Ambulans

SENIN, 17 AGUSTUS 2020 | 16:17 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kepolisian Garut segera bergerak untuk menindaklanjuti adanya laporan tentang pengemudi mobil Kijang yang diduga telah menghalangi laju ambulans hingga mengakibatkan pasien yang dibawa meninggal dunia.

Dikatakan Kepala Satuan Lalulintas Polres Garut, AKP Asep Nugraha, pihaknya kini tengah menerjunkan anggota untuk melakukan sidik ke lapangan.

Asep menambahkan, Kepolisian langsung mencari pengendara mobil yang disebut telah menghalangi ambulans yang tengah membawa pasien gawat darurat menuju RSUD dr Slamet Garut.


“Kita langsung melakukan penelusuran, kita lagi sidik setelah kita menerima informasi tersebut. Anggota sudah diturunkan untuk mencari pengemudi. Kalau informasi awal dari plat nomor kendaraan, memang mobilnya ini dari wilayah Sumedang,” ujarnya, Senin (17/8), dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Asep menjelaskan, apa yang dilakukan oleh pengemudi mobil Kijang jelas menyalahi aturan di jalan raya.

Menurut Asep, mobil ambulans dalam posisi benar kalau mengacu pada informasi yang diterimanya. Karena tengah membawa orang sakit hingga menjadi kendaraan yang harus diprioritaskan dan wajib didahulukan sebagaimana tertuang dalam peraturan.

Pengemudi Kijang pun dipastikan melanggar Pasal 287 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan.

Ia menjelaskan, ambulans yang sedang membawa orang sakit adalah prioritas kedua setelah mobil pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.

“Bagi yang melanggarnya ada sanksi berupa membayar denda atau kurungan 1 bulan penjara,” jelasnya.

Asep memastikan pihak kepolisian akan melakukan upaya maksimal mencari pengendara mobil tersebut. Ia pun berjanji akan langsung menginformasikan kepada masyarakat apabila pengendaranya sudah diketahui.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya