Berita

Fadli Zon dan Fahri Hamzah usai mendapat penghargaan Bintang Nararya/Net

Publika

Legitimasi Julukan Di Balik Anugerah Bintang Mahaputra Nararya

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 06:49 WIB

FADLI Zon dan Fahri Hamzah, pengkritik, penyindir dan kadang komen pedas keras menentang kebijakan rezim pemerintahan Jokowi dianugerahi Bintang Maha Putra Nararya oleh presiden selaku kepala negara.

Hal ini secara tersirat memaknai bahwa segala konten kritik yang disampaikan Fahri dan Fadli selama ini adalah sah dan menjadi bukti kebenarannya. Sebab bila tidak, Presiden Jokowi pasti menolak pemberian penghargaan ini.

Bila sudah demikian, maka dapat dipastikan tidak boleh ada pejabat pemerintah baik struktural maupun non struktural yang berkeberatan atas kehadiran kritik ataupun protes sekeras apapun yang dilontarkan Fadli atau Fahri selama ini, setelah keduanya mendapat penganugrahan itu.


Salah satu sindiran yang cukup pedas terasa mengena yang dilontarkan kedua tokoh publik figur ini adalah "planga plongo". Pemimpin jangan planga plongo, begitu narasi yang pernah tercatat.

Kritik Fahri lainnya menyebut kepentingan rakyat untuk memilih pemimpin yang lebih bermutu. Jadi bawa kepada kepentingan umum. Kritik ini karena Fahri melihat berbagai ketimpangan dalam pengelolaan negara.

Saat itu, Fahri mengatakan jika tidak ingin disebut planga-plongo atau bengong karena tidak memahami sesuatu, maka sebaiknya orang yang tersinggung membuat dirinya paham. Dan orang ini patut diduga yang sekarang memberi tanda jasa Bintang Mahaputra itu.

“Jangan salahkan rakyat. Yang salah memang pemimpinnya, plin plan, mencla mencle, plonga plongo, inkonsisten, bingung, apalagi ya sinonimnya,” sebut Fadli Zon terkait penanganan pandemik Covid-19 pada medio Mei, 3 bulan lalu.

Pengakuan secara implisit patut diacungi jempol, menunjukan kebesaran jiwa atau karena tim seleksinya memang kena ekses keplangaplongoan itu. Entahlah.

Fenomena ini cukup menarik, kalau selama ini kita ada gelar Bapak Proklamasi, Bapak Pembangunan, Bapak Demokrasi, maka tidak kemungkinan hadir Bapak Planga Plongo.

Sebenarnya memang banyak hal yang bikin rakyat prihatin saat ini terkait pengelolaan negara di berbagai bidang kehidupan sosial dan politik. Penanganan pandemik Covid-19 tak menyentuh rasa perlindungan pada rakyat, tumbuhnya perilaku nepotisme via jalur pilkada yang coba diredam faktanya itu.

Masih banyak deretan kritik yang menggambarkan sakitnya perasaan hati rakyat, namun jangan khawatir, ada sedikit harapan demokrasi via kritikan, seperti seloroh Fadli Zon, "Berarti kritik itu diakui pemerintah, makanya kalau mau banyak penghargaan banyak-banyaklah kritik,".

Di balik pemberian Bintang Maha Putra Nararya rupanya rakyat bisa menangkap esensi bahwa kritikan dan julukan yang timbul karenanya, telah mendapat legitimasi pengakuan pemerintah, walau tidak secara langsung.

Adian Radiatus
Pemerhati sosial politik 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya