Berita

Komunitas Masyarakat Tionghoa (Komit) berikan dukungan atas munculnya gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)/Net

Politik

Komunitas Tionghoa Dukung Gerakan KAMI Selamatkan Indonesia

KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 22:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komunitas Masyarakat Tionghoa (Komit) berikan dukungan atas munculnya gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Anggota Komit, Lieus Sungkharisma menyebutkan, dukungan pada KAMI diberikan selama gerakan tersebut berjalans sesuai asas konstitusi dan perundang-undangan.

"Kami Komunitas Masyarakat Tionghoa (Komit) menyatakan mendukung sepenuhnya tujuan murni Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan akan turut serta berperan aktif dalam satu niatan tulus ikhlas hanya bagi keselamatan Indonesia," ujar Lieus dalam keterangannya, Kamis (13/8).


Sebagai langkah konkret, Komit menyampaikan aspirasi demokrasi yang dilindungi UUD 1945 dan Pancasila, terkait kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), sebagai berikut:

1. Bahwa kondisi dan situasi yang dihadapi oleh rakyat Indonesia saat ini disadari atau tidak penuh dengan dilemmatis antara menjaga dan menyelamatkan diri sendiri atau turut serta menjaga dan menyelamatkan Negara dari berbagai ketimpangan kehidupan yang diakibatkan pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan yang acapkali dirasakan janggal oleh masyarakat.

2. Bahwa sebagian besar rakyat Indonesia bukanlah bagian dari hidup yang berkecukupan dan mampu melindungi diri atau keluarganya secara mandiri.

3. Bahwa rasa aman dan bahagia hidup dinegara Nusantara ini telah mengalami kemunduran yang cukup mengkhawatirkan. Bukan semata-mata dimasa pandemik Covid-19 ini, tetapi dari rasa keadilan dalam hukum, status sosial dan ekonomi, maupun keberpihakan politik.

4. Bahwa rakyat sangat membutuhkan ruang dan peluang yang memungkinkan rasa kepastian masa depan hidup di Negeri ini mempunyai makna bahagia, aman dan sejahtera.

Oleh karena hal-hal diatas, maka kami melihat adanya peluang besar untuk menyelamatkan Indonesia dari sisi perikehidupan yang adil dan beradab melalui sebuah penggalangan kepedulian tingkat tinggi yang telah diprakarsai oleh sebuah koalisi bernama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

5. Dengan melihat tujuan murni dari KAMI tersebut, maka kami Komunitas Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa inilah peluang harapan luar biasa bagi rakyat dan mungkin menjadi satu-satunya harapan akan terselamatkannya Indonesia yang kita cintai ini dari tangan-tangan yang telah bertega hati dan jiwa menyengsarakan rakyat sedemikian rupa.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya