Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Pengamat: Transformasi BUMN On The Right Track, Wajar Erick Thohir Cari Profesional Berintegritas

KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 18:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Meski terus dikritikk dalam pengangkatan direksi dan komisaris, Menteri BUMN Erick Thohir sudah pada jalur yang benar dalam melakukan transformasi perusahaan milik negara.

Pengamat dari Pusat Studi BUMN Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar, Mursalim Nohong menyebutkan, langkah Erick Thohir membenahi BUMN sudah on the right track.

Kata dia, sudah sewajarnya juga dalam melakukan transformasi besar-besaran pada perusahaan negara, Erick membutuhkan tenaga-tenaga yang profesional serta memiliki integritas.


“Menteri BUMN ini lagi melakukan transformasi besar-besaran, nah sehingga dia membutuhkan orang-orang profesional, orang punya integritas dan saya kira salah satu lembaga yang dilirik memiliki integritas yang dianggap untuk itu saya kira adalah TNI dan Polri,” ujar Mursalim, dalam keterangannya, Kamis (13/8).

Mursalim menilai, selama ini persoalan rangkap jabatan yang selalu dilontarkan pihak lain itu tidak berdasar karena memang tidak ada aturan yang dilanggar.

Sebab sampai saat ini, kata dia, tidak ada pihak yang menggugat atau menegur dari sisi hukum jika memang Erick Thohir menabrak peraturan dalam pengangkatan direksi dan komisaris di BUMN.

“Kalau saya bukan persoalan melanggar atau tidak melanggar, toh yang bisa membuktikan dia melanggar atau tidak itu adalah orang hukum. Sekarang ini kan tidak ada juga yang memberikan teguran kalau dia (Erick Thohir) melanggar, hanya orang tertentu yang mengatakan begitu,” katanya.

Lanjutnya, tidak sedikit pihak yang tidak senang dengan kebijakan Erick Thohir melakukan perbaikan di tubuh BUMN yang harus hadir didepan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat mewakili negara.

“Kita baca pemberitaan, banyak sekali terutama orang-orang yang mohon maaf tanda kutip orang-orang yang mengincar jabatan di BUMN yang menganggap dirinya punya peran kerja-kerja politik sebelumnya,” bebernya.

Sementara itu, praktisi hukum, Ade Irfan Pulungan menyayangkan tudingan bahwa pemerintah tidak menjalankan aturan yang benar dalam menentukan direksi dan komisaris BUMN karena memakai talent pool yang beredar di tengah publik.

“Penentuan direksi dan komisaris BUMN yang bersifat strategis saja yang harus melalui TPA (tim penilai akhir). Sedangkan penentuan direksi dan komisaris berdasarkan talent pool juga merupakan mekanisme yang biasa dilakukan Kementerian BUMN untuk mencari dan menempatkan pengurus BUMN sesuai dengan keahlian,” kata Ade.

Pendapat Ade didasarkan pada Inpres 8/2014 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi, Dewan Komisaris BUMN.

“Pengangkatan yang dilakukan Kementerian BUMN sudah sesuai dengan kiktum pertama Inpres 8/2014 yang menyatakan Menteri BUMN agar memperhatikan dan mengedepankan keahlian, profesionalisme dan integritas dalam memilih anggota direksi, dewan komisaris, dan/atau dewan pengawas BUMN dan PT,” bebernya.

Selain mekanisme talent pool, kementerian BUMN juga melakukan uji kelayakan dan kepatutan secara transparan dan akuntabel dalam menentukan anggota direksi, dewan komisaris, dan/atau dewan pengawas.

“Khusus jabatan direktur utama, komisaris utama, dan/atau ketua dewan pengawas BUMN dan PT yang sifatnya strategis akan ditentukan melalui TPA. Hal tersebut sesuai dengan diktum ketiga dan diktum keempat Inpres N0.8/2014,” pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya