Berita

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban saat memimpin aksi buruh/Net

Politik

Presiden KSBSI Desak Pemerintah Tindak Tegas Kasus PHK Sepihak Di BUMN

RABU, 12 AGUSTUS 2020 | 07:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah diminta untuk menindak tegas kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan BUMN.

Permintaan itu sebagaimana disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban menanggapi data yang telah dipublikasikan oleh pemerintah tentang adanya PHK dan dirumahkannya karyawan 3.225 orang di 9 BUMN sejak Februari hingga Juli 2020.

Menurut Elly, pemerintah harus menindak kasus PHK yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan BUMN seperti data tersebut.


"Apakah tidak ada jalan keluar yang lain misalnya memangkas anggaran yang dirasa tidak perlu seperti tunjangan-tunjangan para pejabat di tubuh BUMN," ujar Elly Rosita Silaban kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (12/8).

Elly turut mempertanyakan sikap perusahaan BUMN yang sudah melakukan dialog atau tidak secara bipartit sebelum akhirnya melakukan PHK.

"Melakukan PHK juga ada prosedurnya yang jelas yang harus diikuti sesuai dengan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan," katanya.

Elly kemudian mencontohkan persoalan yang ada di Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD). Di mana, para karyawan sudah melakukan aksi untuk mempertanyakan alasan PHK. Namun, para karyawan tidak menemukan jawab.

Bahkan, katanya, para korban PHK yang mayoritas driver meminta pihak perusahaan untuk segera membawa upah selama 3 bukan yang ditangguhkan dan belum dibayar sama sekali.

"Ternyata masalah lainnya adalah perusahaan belum membayarkan kekurangan gaji karyawan sesuai UMP dari tahun 2016-2020. Nah, bagaimana dengan semua ini? Apakah ketika di PHK kekurangan itu dihitung semua ditambahkan dengan peraturan sesuai UU 13?" heran Elly.

Dengan demikian, Elly meminta agar pemerintah tegas melakukan tindakan kasus PHK secara sepihak. Karena, PHK membuat banyak buruh tidak menerima uang pesangon sesuai dengan UU Ketenagakerjaan.

Apalagi, Menteri BUMN Erick Thohir sendiri pernah berkomitmen tidak akan ada PHK di saat perampingan perusahaan di tubuh BUMN.

“Pemerintah harus benar-benar hadir untuk bertindak terhadap pengusaha yang nakal yang tidak melindungi buruh di masa krisis pandemik. Anggaran Covid-19 yang begitu besar seharusnya menyasar kepada masyarakat rentan, seperti para buruh korban PHK," pungkas Elly.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya