Berita

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Raden Pardede/Net

Politik

Hindari Resesi, Raden Pardede: Pemerintah Berupaya Supaya Kuartal III Ekonomi Tidak Lagi Minus

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 20:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sejumlah upaya dilakukan terus dilakukan pemerintah untuk memberikan stimulus agar pergerakan ekonomi lebih baik memasuki kuartal ketiga nanti.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Raden Pardede menegaskan, pemerintah tengah berupaya agar Indonesia tidak minus di kuartal III tahun ini. Dia pun mengakui banyak ekonom dan pengamat yang berspekulasi resesi terkait keadaan ekonomi saat ini.

"Kalau ada yang berpendapat kita akan resesi itu sah-sah saja karena mereka melihat dari tren global. Tapi saat ini komite berjuang agar jangan sampai kuartal III pertumbuhan ekonomi kita minus lagi," kata Raden Pardede dalam keterangannya, Selasa (11/8).


Untuk mencegah itu, lanjutnya, komite membuat langkah agar perekonomian tetap berjalan dan menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program bantuan sosial dan stimulus ekonomi.

"Untuk masyarakat kita berikan bantuan sosial yang kita perpanjang sampai bulan Desember, dari yang tadinya hanya tiga bulan dan ini merupakan sejarah dimana bantuan diberikan sepanjang ini," ujarnya.

Raden Pardede menjelaskan, sektor utama yang menjadi perhatian adalah UMKM. Menurutnya, krisis karena pandemik Covid-19 berbeda dengan krisis 1998 di mana saat itu yang terkena imbas adalah sektor keuangan yang menyasar pada kelompok konglomerasi, tapi di sektor UMKM masih bisa berjalan dengan baik.

"Maka dari itu kita siapkan langkah untuk UMKM ini berupa bantuan uang tunai dan perluasan KUR yang menyasar pada ibu-ibu dan korban PHK," imbuhnya.

Selain bantuan akses keuangan, kata dia, komite juga menyiapkan UMKM agar bertransformasi digital. Saat ini dan ke depan transaksi ekonomi melalui basis digital akan tetap mendominasi dibanding offline.

"Karena Covid-19 ini ada perubahan perilaku dari transaksi yang biasa dilakukan offline menjadi online dan bahkan sampai Covid-19 ini selesai online akan tetap mendominasi," katanya.

"Oleh karena itu, kita harus siapkan mereka, harus ada penataan kepada UMKM mulai dari kita latih agar terupgrade skill di bidang digital lalu bagaimana cara memasarkan melalui online dan lainnya," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya