Berita

Jubir Pemerintah Jerman Steffen Seibert/Net

Dunia

Khawatir Konflik Semakin Meluas Jerman Desak Turki Dan Yunani Segera Lakukan Pembicaraan Damai Terkait Konflik Laut Mediterania

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 13:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Jerman melalui juru bicaranya, Steffen Seibert, mendesak agar Turki dan Yunani segera bertemu untuk melakukan pembicaraan langsung untuk mengurangi ketegangan dan menyelesaikan perselisihan kedua negara mengenai hak maritim di Mediterania Timur.

Berbicara pada konferensi pers di Berlin,  Seibert mengatakan Berlin sangat prihatin atas ketegangan yang terjadi antara Turki dan Yunani baru-baru ini di wilayah tersebut.

“Ada kebutuhan mendesak bagi pihak-pihak yang terlibat, Yunani dan Turki, untuk terlibat dalam pembicaraan langsung guna membahas sengketa hukum maritim dan mudah-mudahan menyelesaikannya,” katanya, seperti dikutip dari Daily Sabah, Senin (10/8).


Ketika ditanya apakah Kanselir Jerman Angela Merkel akan mencoba menengahi antara Ankara dan Athena, Seibert menjawab dengan hati-hati dan mengatakan Berlin sedang memantau perkembangan dengan cermat.

“Pemerintah federal berhubungan dengan kedua belah pihak, dan siap memberikan kontribusi di mana pun itu bisa membantu. Tapi yang paling penting adalah pembicaraan langsung,” tegasnya.

Bulan lalu Merkel telah berupaya membantu meredakan ketegangan antara Turki dan Yunani, setelah Athena keberatan dengan survei seismik Ankara di daerah selatan pulau Kastellorizo (Megisti-Meis), salah satu pulau terkecil di Yunani di Laut Aegea dan hanya berjarak 2 kilometer dari pantai Turki.

Namun langkah kontroversial Yunani pekan lalu untuk menandatangani perjanjian pembatasan maritim dengan Mesir, yang menurut Turki melanggar landas kontinen dan hak maritimnya serta Libya, telah memperburuk ketegangan antara kedua negara tetangga.

Turki mengumumkan pada hari Senin (10/8) bahwa kapal seismiknya Oruc Reis akan melakukan penelitian di wilayah tersebut hingga 23 Agustus. Turki mengirimkan pesan di Navtex, sistem teleks navigasi maritim internasional, mengumumkan kapal tersebut akan melakukan aktivitas di luar Kastellorizo antara Agustus. 10 dan 23 Agustus.

Turki telah membatalkan penyelidikan yang dilakukan sebelumnya oleh kapal Oruc Reis bulan lalu untuk mengadakan negosiasi dengan Yunani dan Jerman, yang saat ini memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa. Namun pekan lalu suasana telah memburuk setelah Yunani dan Mesir menandatangani kesepakatan untuk membentuk zona ekonomi eksklusif (ZEE) di wilayah tersebut. Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan apa yang disebut kesepakatan maritim itu batal demi hukum.

Ankara mengkritik Yunani karena menjalankan kebijakan maksimalis di Mediterania Timur dan menggarisbawahi bahwa klaim maritimnya melanggar hak kedaulatan Turki, sementara kementerian luar negeri Yunani pada Senin mengadakan pertemuan militer dan menuduh Turki mengancam perdamaian di Mediterania Timur.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya