Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Istana Larang Pajang Foto Jokowi, Iwan Sumule: Ini Klenik Atau 17 Agustus Terakhir Jadi Presiden?

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 12:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Larangan dari Istana Negara kepada instansi pemerintah untuk tidak memajang foto Presiden Joko Widodo di baliho atau spanduk saat perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang mengundang tanda tanya publik.

Tak terkecuali Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule. Bagi Iwan Sumule, tidak seperti biasanya Jokowi melarang instansi memajang fotonya saat HUT RI.

“Ada apa ini sebenarnya?” tanyanya kepada redaksi, Selasa (11/8).


Karena tidak ada penjelasan memadai dari lingkaran Istana, Iwan Sumule pun berspekulasi. Spekulasi pertamanya menyasar dugaan klenik.

Tidak jarang klenik tentang lengser keprabon dikhawatirkan Presiden Joko Widodo dan lingkarannya. Setidaknya hal itu pernah terungkap saat ada pembantu Jokowi yang melarang presiden datang ke Kediri, Jawa Timur karena ada unsur mistis yang diyakini bisa membuat presiden tumbang di tengah jalan.

Sementara spekulasi kedua, Iwan Sumule menduga bahwa Jokowi sedang sadar diri untuk ancang-ancang mundur. 17 Agustus tahun ini, bisa jadi yang terburuk dalam sejarah Jokowi karena menjadi kali terakhir dirinya merayakan sebagai presiden.

Pengunduran diri Jokowi, menurut Iwan Sumule, merupakan langkah yang tepat mengingat segudang masalah melilit rakyat. Mulai dari dampak ekonomi virus corona yang belum rampung, ketakutan rakyat atas sebaran virus yang tidak tertangani dengan baik, hingga kegagalan Jokowi membuat ekonomi meroket.

“Jadi ini terkait klenik atau  tanda 17 Agustus terakhir bagi Presiden Jokowi?” tekannya bertanya-tanya.

“Mungkin warganet  punya analisa, karena membingungkan, penuh tanda tanya. Iya nggak sih?” demikian Iwan Sumule.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono telah membenarkan adanya imbauan kepada kementerian atau lembaga pemerintahan lainnya yang sudah memasang spanduk atau baliho bergambar Presiden Jokowi agar segera diturunkan.

Sekretariat Presiden meminta tidak ada lagi pemasangan media bergambar Joko Widodo dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Namun demikian, dia tidak menjelaskan detail alasan Istana melarang pemasangan gambar Joko Widodo tersebut.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya