Ledakan Gas Baltimore/Net
Ledakan gas menghancurkan lingkungan Baltimore, Maryland, Amerika Serikat (AS), pada Senin (10/8). Satuan pemadam kebakaran mengatakan sedikitnya satu orang tewas dan enam lainnya luka-luka dalam ledakan gas yang menghancurkan tiga rumah di kota itu.
Gubernur Maryland Larry Hogan mengatakan pihaknya telah memantau situasi di lokasi kejadian.
“Kami memantau dengan seksama situasi di bagian barat daya Baltimore pasca ledakan mengerikan tadi pagi,†cuit Larry Hogan di Twitter, Selasa (11/8).
“Kami berupaya memberikan bantuan sebagai tanggapan dan pemulihan yang dilakukan. Kami bersyukur dengan adanya dukungan berkelanjutan dan upaya pemulihan serta keberadaan para petugas di lokasi," ujar Hogan.
Pemadam Kebakaran Kota Baltimore menjelaskan insiden yang terjadi hari Senin (10/8) siang waktu setempat menyebabkan setidaknya tiga rumah hancur serta merusak sejumlah bangunan di sekitarnya, seperti dikutip dari NBC pada Selasa (11/8).
Otoritas setempat masih menyelediki penyebab ledakan, namun sementara dugaan ledakan itu adalah ledakan gas alam.
Beberapa rumah hancur. Sementara dilaporkan korban tewas satu orang dan belum bisa dipastikan apakah ada korban lainnya.
Juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran Kota Baltimore mengatakan masih menyisir reruntuhan.
"Mereka berada di bawah rerentuhan. Ada cukup banyak rumah yang hancur, banyak puing-puing, jadi kami berusaha menyisir lokasi untuk mencari apakah masih ada penghuni yang tertimbun," katanya.
Seorang saksi, Diane Glover, warga Baltimore, mengatakan bunyi ledakan terdengar sangat kencang, jelas terdengar dari rumahnya yang tidak jauh dari lokasi. Bahkan ledakan itu membuat kaca di rumahnya pecah.
"Saya masih terkejut, terguncang sampai sekarang," kata Diane. "Itu ledakan besar."
Kepala Satuan Pemadam Kebakaran Baltimore Roman Clark mengatakan ledakan terjadi beberapa saat sebelum pukul 10.00 pagi. Enam orang dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi serius. Seorang perempuan dinyatakan tewas di tempat kejadian.