Berita

Pendukung oposisi menghadapi polisi anti huru hara yang memblokir jalan Minsk setelah pemungutan suara ditutup dalam pemilihan presiden Belarusia 9 Agustus 2020/Net

Dunia

Aksi Protes Kemenangan Petahana Lukashenko, Seorang Pengunjuk Rasa Tewas Dan Puluhan Luka-luka

SELASA, 11 AGUSTUS 2020 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi unjuk rasa atas protes kemenangan petahana Alexandr Lukashenko pada pemilihan Belarus semakin brutal. Seorang pengunjuk rasa akhirnya tewas dan puluhan lainnya luka-luka di Kota Minsk, Belarusia, setelah polisi  melontarkan granat kejut, peluru karet, dan gas air mata untuk membubarkan para demonstran, Senin (10/8).

Pengunjuk rasa yang meninggal itu menderita cedera kepala traumatis ketika ditabrak kendaraan polisi, menurut kelompok HAM terkemuka di Belarusia, Viasna Human Rights Centre. Petugas rumah sakit tidak dapat menyelamatkan nyawa laki-laki muda itu.

Lebih dari 300 demonstran telah ditangkap sejak Minggu (9/8) kemarin. Lebih dari 150 orang di antaranya ditangkap di Ibu Kota Minsk.


"Puluhan orang luka-luka akibat bentrokan dengan aparat penegak hukum. Sepuluh orang di antaranya dilarikan ke rumah sakit,” kata Perwakilan Viasna, Sergey Sys, seperti dikutip dari AFP, Senin (10/8).

Namun, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Belarusia, Olga Chemodanova, membantah adanya korban jiwa dalam aksi unjuk rasa di Minsk.

“Tidak. Tidak ada korban tewas,” tegasnya.

Unjuk rasa bahkan sudah terjadi sepekan sebelum pemilihan. Protes semakin hebat sehari menjelang pengumuman. Kemudian protes meledak lebih keras lagi saat Lukashenko, dinyatakan memenangkan pemilihan.

Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko kembali berkuasa untuk keenam kalinya dengan perolehan 80,23 persen suara pada Pemilu 2020, seperti yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Belarus. Lukashenko telah berkuasa sejak 1994.

Ketua KPU Belarusia, Lidia Yermoshina, mengatakan penantang utama sang petahana, Svetlana Tikhanovskaya, hanya memperoleh 9,9 persen suara. Sementara, tiga capres lainnya masing-masing hanya mendapat kurang dari dua persen suara.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya