Berita

Ilustrasi/RMOLNetwork

Politik

Perempuan Bisa Jadi Kunci Kemenangan Di Pilkada Surabaya 2020

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 | 11:54 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sosok Tri Rismaharini yang telah memimpin Kota Surabaya selama dua periode memicu pandangan positif warga terhadap sosok perempuan sebagai pemimpin.

Karena itu, menurut Sekretaris DPD Lingkaran Pendamping Program Pemberdayaan (LPPP) Surabaya, Siti Nafsiyah, figur perempuan masih dibutuhkan untuk memimpin Surabaya pada saat ini.

"Itu realitas yang tak bisa dipungkiri, karena Bu Risma bisa melayani dan mengayomi warganya," kata Siti dalam diskusi daring, Minggu (9/8), dilansir Kantor Berita RMOLJatim.


Karena itu, pemimpin Surabaya pasca-Risma tak boleh lepas dari sentuhan perempuan. Tapi, karena situasi politik saat ini di man calon walikota semuanya laki-laki, maka perempuan bisa diplot sebagai calon wakil walikota.
 
Siti pun menyarankan, selain pertimbangan elektoral, calon wakil yang akan dipilih sebaiknya figur perempuan yang memiliki karakter kepemimpinan seperti Risma. Yakni suka blusukan, melayani, dan mengayomi warganya.

"Dari kandidat perempuan di antaranya Lia Istifhama, Dwi Astuti, Reni Astuti, maupun Dyah Katarina. Kita bisa lihat sendiri siapa yang banyak turun ke pasar, kampung, PKK, dan sebagainya. Sudah bisa kita lihat kok," imbuhnya.

Siti yakin, jika calon walikota bisa menggandeng calon wakil yang memiliki popularitas, elektabilitas yang tinggi, serta rajin menyapa masyarakat, maka peluang menangnya lebih besar.

"Peluang calon walikota memenangi Pilwali Surabaya lebih besar, kalau menggandeng calon wakil dari perempuan. Harapan saya, perempuan itu sudah terbukti melakukan penyapaan, berinteraksi, dan memberi manfaat kepada masyarakat," tuntasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya