Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menginspeksi sejumlah restoran terkait protokol kesehatan Covid-19 di ibukota/Istimewa

Nusantara

Anies Tegaskan Penegakan Disiplin Bukan Untuk Dapatkan Denda, Tapi Demi Keselamatan Bersama

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 | 11:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Guna memastikan protokol kesehatan Covid-19 dijalankan di tempat usaha restoran, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Satpol PP DKI Jakarta, turun langsung untuk melalui inspeksi mendadak (Sidak).

Menurut Anies, banyak pemilik usaha restoran di Jakarta yang sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun, tidak sedikit pula yang masih kedapatan melakukan pelanggaran. Bahkan dilakukan secara berulang.

"DKI Jakarta sudah memiliki peraturan tentang protokol dan sanksinya sejak Mei lalu. Hingga kini sudah terkumpul denda pelanggaran sebanyak Rp 2,75 miliar," jelas Anies lewat akun Facebook pribadinya, Senin (10/8).


Kendati begitu, orang nomor satu di Jakarta itu menegaskan, tujuan penegakan sanksi bukan karena Pemprov DKI Jakarta ingin mendapatkan denda. Melainkan demi keselamatan dan perlindungan bersama.

"Sanksi denda progresif yang lebih berat akan dikenakan untuk pelanggaran berulang, termasuk penutupan tempat usaha," tegas Anies

Tim Satpol PP, lanjut Anies, telah dan akan terus menerus melakukan pemeriksaan untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik oleh para pengelola restoran.

Tak lupa, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengucapkan terimakasih kepada pengelola atau pemilik tempat usaha yang telah menjalankan protokol kesehatan Covid-19 selama masa PSBB Transisi.

"Mari saling menjaga dan saling mengingatkan orang di sekitarmu. Lakukan pembiasaan pola hidup sehat dan aman sesuai protokol Covid-19, menuju kegiatan sosial-ekonomi yang produktif," tutup Anies.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya