Berita

Presiden Prancis Emmanual Macron/Net

Dunia

Presiden Prancis Emmanuel Macron Mengutuk Keras Penembakan Yang Menewaskan 6 Warganya Di Niger

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 | 08:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Prancis Emmanual Macron murka setelah mengetahui ada 6 warganya yang diketahui sebagai relawan kemanusiaan tewas akibat serangan orang tak dikenal di Niger pada Minggu (9/8).

Insiden penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal di Niger yang menewaskan 8 orang termasuk 6 warga Prancis membuat Presiden Emmanuel Macon geram.

Macron mengutuk keras serangan yang ia sebut sebagai tindakan  ‘pengecut’ itu. Macron mengatakan dirinya akan melakukan segala upaya untuk mengungkap insiden mengerikan tersebut.


Hal itu dikatakan Emmanuel Macron saat melakukan kontak dengan Presiden Niger Mahamadou Issoufou pada Minggu (9/8). Dalam kesempatan itu Macron juga mengatakan bahwa dia bertekad untuk membantu melawan "kelompok teroris di wilayah Sahel", seperti dikutip dari AFP, Senin (10/8).

Sebelumnya, para pejabat di Niger mengatakan enam dari delapan orang yang tewas oleh pria bersenjata pada Minggu adalah warga negara Prancis.

Sebuah sumber yang dekat dengan layanan lingkungan setempat mengatakan serangan itu terjadi sekitar pukul 11:30 siang waktu setempat, enam kilometer timur kota Koure, yang berjarak satu jam perjalanan dari ibu kota Niamey.

"Sebagian besar korban ditembak. Kami menemukan sebuah majalah yang kartridnya kosong di tempat kejadian," kata sumber itu.

"Kami tidak tahu identitas penyerang, tetapi mereka datang dengan sepeda motor melewati semak-semak dan menunggu kedatangan turis."

Sumber itu menambahkan, kendaraan wisatawan itu milik organisasi kemanusiaan Prancis ACTED. Para wisatawan asing memang banyak yang berkunjung ke wilayah tersebut, sebagian besar tujuan mereka adalah melihat jerapah Afrika Barat atau Niger yabg terkenal dengan keunikannya.

Sekitar 20 tahun yang lalu, sekelompok kecil jerapah Afrika Barat atau Niger, subspesies yang dibedakan dengan warnanya yang lebih terang, menemukan tempat berlindung yang aman dari pemburu dan predator di wilayah Koure.

Hari ini mereka menjadi daya tarik wisata utama di bekas jajahan Prancis itu, dan menjadi hewan yang sangat dilindungi oleh masyarakat lokal dan kelompok konservasi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya