Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Bukan Soal Erick Thohir Nggak Mau Disuntik, Tapi Kenapa Vaksinnya Bukan Produk NKRI

MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 | 07:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keengganan Menteri Erick Thohir untuk disuntik vaksin hasil uji coba bukan menjadi masalah substansial bagi Indonesia. Yang jadi masalah adalah vaksin tersebut bukan produksi dari Indonesia.

Begitu tekan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah dalam kicauannya di akun Twitter pribadi sesaat lalu, Minggu (9/8).

Fahri menyinggung mengenai ketidakadaan lembaga dari dalam negeri yang memproduksi vaksin, padahal virus sudah merebak hampir setengah tahun.


“Pak Erick Thohir apa kabar? Soal vaksin itu yang kita sesalkan bukan karena pak menteri gak mau disuntik. Tapi kenapa bukan produk NKRI yang disuntik?” ujarnya.

“Ini bulan kemerdekaan, pandemik sudah setengah tahun: kok kita kayak nunggu negara lain? Lembaga Eijkman dan lain-lain ke mana?” sambung Fahri.

Mantan wakil ketua DPR ini turut menyoroti sikap para pejabat di awal Covid-19 merebak. Mereka ramai meyakinkan bahwa seolah semua bisa diproduksi sendiri.

“Memang seharusnya kita produksi sendiri, dari alat-alat kesehatan: masker, APD, ventilator, hingga obat dan vaksin. Kita harus percaya diri dan memproduksi secara mandiri. Ini waktunya!” tegasnya.

Fahri menekankan bahwa Indonesia punya banyak sumber daya di laut dan di hutan. Sementara ahli dan lembaga hebat jumlahnya juga tidak sedikit.

“Lembaga Eijkman pernah memproduksi penerima nobel dan sekarang lembaganya masih ada. FKUI itu STOVIA dan banyak lagi lembaga yg bisa diandalkan. Ke mana mereka? Kenapa tidak ikut serta?” tanyanya.

Lebih lanjut, Fahri mengajak publik untuk tidak merendahkan gerakan mengonsumsi produk sendiri.

Sementara kepada Erick Thohir, Fahri meminta untuk segera memimpin dengan baik penyelesaian sebaran corona dan dampaknya di tanah air seperti saat Erick Thohir memimpin gelaran Asian Games lalu.

“Panggung pandemi ini hadir agar anda memimpin orkestra kemandirian menghadapi era baru ini. Memang harusnya ini dipimpin presiden, tapi menurut saya anda saja yang pimpin. Kami tunggu!” tutupnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya