Berita

Menteri BUMn Erick Thohir/Net

Politik

Erick Thohir Ogah Jadi "Kelinci Percobaan" Vaksin Covid-19, Pengamat: Pejabat Jangan Ingin Enaknya Sendiri

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 20:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sudah seharusnya seorang pejabat negara yang apalagi membawahi tugas-tugas penanganan pandemik virus corona baru (Covid-19) berada digaris terdepan untuk menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19 buatan Sinovac, Cina.

Sebab, pejabat itu memiliki tugas untuk melayani rakyatnya.

Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyoroti sikap Erick Thohir yang ogah menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19.  


"Itulah lucunya menjadi pejabat di negeri ini. Harusnya ET yang terdepan dan pertama menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19. Pejabat negara itu kan pelayan masyarakat. Jadi sebelum rakyat yang memulai. Diawali dari pejabatnya dulu," kata Ujang Komarudin.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini, para pejabat sebagai pelayan masyarakat harus bersedia melakukan hal terbaik untuk rakyatnya.

"Para pejabat jangan ingin enaknya sendiri. Giliran yang enak-enak diambil dan terdepan. Giliran diminta jadi relawan uji klinis vaksin Covid-19 mundur ke belakang," kata Ujang Komarudin.

"Jika ingin memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Harusnya ET lah yang pertama tuk jadi relawan uji klinis vaksin. Setelah ET, baru yang lainnya," imbuhnya menegaskan.

Sebelumnya, Menteri BUMN yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir mengatakan pihaknya sedang mencari dan mengumpulkan 1.620 relawan untuk uji klinis tahap III vaksin Covid-19 buatan Sinovac, Cina.

Para relawan tersebut, nantinya akan disuntikkan vaksin itu pada awal September mendatang.

Namun, Erick membantah dirinya tidak bersedia untuk menjadi salah satu relawan uji klinis tahap III vaksin Covid-19.

Menurutnya, tidak etis jika dia terlibat menjadi relawan tersebut dan mengikuti uji klinis vaksin tersebut.

"Kayaknya enggak etis kalau saya, lebih baik relawan-relawan yang sesuai dengan prototipe yang sedang dicari," ujar Erick Thohir.

"Bukannya saya takut enggak mau disuntik ya, tapi ya kayaknya sebagai Menteri BUMN disuntiknya agak belakang lah," imbuh dia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya