Berita

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir/Net

Politik

Berpeluang Di 2024, Wajar Erick Thohir Enggan Jadi "Kelinci Percobaan" Vaksin Corona

Harusnya Berterus Terang Saja
SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 19:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penolakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menjadi relawan uji coba vaksin Covid-19 penuh dengan retorika.

"Seharusnya bila tidak bersedia lebih baik terang saja. Tidak perlu muter-muter cari alasan," kata aktivis Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya'roni saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (8/8).

Saat ini, PT Bio Farma tengah melakukan uji klinis tahap III untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Untuk melakukan pengujian tersebut, Bio Farma tengah mencari 1.620 relawan yang mau disuntikkan vaksin ke dalam tubuhnya.


Menurut Sya'roni, sejatinya keengganan Erick menjadi relawan sangat manusiawi. Karena vaksin tersebut belum teruji kehandalannya. Maka segala kemungkinan bisa saja terjadi, termasuk kemungkinan kegagalannya.

Pada sisi lain, Erick adalah tokoh muda yang sedang bersinar karirnya. Dalam 10 tahun terakhir ini, grafik karirnya terus menanjak.

Dimulai dengan kepemilikan klub raksasa Inter Milan, dilanjut sukses sebagai Ketua Panitia Asian Games, diteruskan sukses sebagai Ketua Timses Jokowi-Maruf, dan akhirnya saat ini sukses menduduki kursi Menteri BUMN.

"Bila mengikuti tren grafiknya, bukan tidak mungkin Erick akan menjadi Capres atau setidaknya Cawapres di masa yang akan datang," ujar Sya'roni.

Dengan segudang prestasi dan peluang menjadi Capres atau Cawapres sangat terbuka lebar, lanjut Sya'roni, maka wajar jika Erick menolak menjadi relawan uji coba vaksin.

"Vaksin tersebut belum teruji kehandalannya. Bila di kemudian hari berdampak buruk terhadap tubuh manusia, maka sirna pula harapan-harapannya untuk meniti karir politik yang lebih tinggi," tutupnya.

Menteri BUMN, Erick Thohir yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menjelaskan alasannya kenapa ogah menjadi relawan untuk uji coba klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga.

Dalam wawancara virtual dengan Kumparan, Jumat (7/8), Erick mengatakan, sebagai pemimpin, tidak etis jika dia memperoleh imunisasi vaksin pertama kali.

"Bukannya takut. Tapi lebih baik relawan yang sesuai dengan prototipe yang dicari. Meski pengin disuntik, tapi rakyat dulu. Kami sebagai pemimpin belakangan," sebut Erick dalam acara itu.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya