Berita

Ketau DPR RI, Puan Maharani saat menerima kedatangan AHY/RMOL

Politik

Pertemuan AHY-Puan Maharani Bisa Ubah Peta Pilpres 2024

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 14:44 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua DPR RI Puan Maharani di gedung DPR RI, Senayan Kamis kemarin (6/8/), mendapatkan apresiasi dari masyarakat luas.

Meski menemui AHY dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR, namun Puan tetap menjadi representasi gerbong besar PDIP. Bahkan kepada Puan, AHY menitipkan salam kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menurut Manager Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI) Ahmad Khoirul Umam, pertemuan kedua tokoh muda yang mewakili ‘generasi kedua’ dari gerbong politik Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dapat dimaknai sebagai ikhtiar yang positif untuk memapankan fondasi rekonsiliasi politik antara PDIP dan Partai Demokrat.


"Pertemuan AHY dan Puan ini adalah simbol rekonsiliasi yang patut diapresasi, di tengah ruang demokrasi nasional yang belakangan ini sarat nuansa konflik dan fragmentasi,” kata Umam yang juga dosen ilmu politik dan international studies, Universitas Paramadina Sabtu (8/8). 

Umam mengatakan, sebagai simbol tokoh pemimpin muda di gerbong politik masing-masing, AHY dan Puan tampaknya memiliki cara pandang yang lebih egaliter dalam memaknai setiap dinamika dan konstalasi politik.

“Jadi bagi para pemimpin muda, sudah sepatutnya laku politik mereka lebih mengedepankan logika politik yang rasional, bukan emosional, apalagi traksaksional”, kata peraih gelar Doktor dari School of Political Science and International Studies, The University of Queensland, Australia itu.

“Jadi siapapun yang dalam berpolitik lebih cenderung mengedepankan emosi, apalagi memelihara dendam, itu menunjukkan kedangkalan berpikir mereka dalam berdemokrasi”, kata Umam.

Umam menjelaskan, dalam berkompetisi dan berdemokrasi, seharusnya bukan ego atau dendam pribadi yang menentukan laku politik mereka, tapi bagaimana visi dan cara pandang mereka dalam mengagregasikan kepentingan rakyat ke dalam ranah kebijakan publik.

Jadi, pertemuan Puan dan AHY kemarin merupakan langkah awal yang baik untuk membangun konsolidasi demokrasi yang lebih matang ke depan.

Umam bahkan menyatakan bahwa pertemuan kedua tokoh pemimpin muda itu dapat ditindaklanjuti dengan komunikasi politik yang baik. Bahkan ia memprediksi bukan tidak mungkin akan mengubah arah dan peta konstelasi politik 2024 mendatang.

 â€œAHY dan Puan bisa menjadi tokoh kunci yang menentukan konstelasi 2024, baik sebagai salah satu calon kandidat maupun sebagai king & queen makers dalam menentukan komposisi gerbong koalisi politik 2024 nanti”, kata Umam mengakhiri perbincangan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya