Berita

Presiden Jokowi saat pidato di KLB Partai Gerindra/Ist

Politik

Di Hadapan Prabowo Subianto, Jokowi Singgung Lumbung Pangan Nasional Hadapi Krisis Pangan

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 13:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketahanan pangan menjadi salah satu modal kuat untuk menghadapi ancaman krisis akibat pagebluk virus Corona baru (Covid-19) sebagaimana telah diperingatkan Food and Agriculture Organization (FAO) atau organisasi pangan dan pertanian PBB.

Menyikapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai leading sector food estate atau penggarapan lumbung pangan di Kalimantan Tengah untuk mengantisipasi krisis pangan akibat Covid-19.

"Covid-19 ini bisa berdamapak pada krisis pangan. Karena itu saya tugaskan Prabowo sebagai Menhan untuk perkuat cadangan strategis pangan nasional, yang segera kita bangun di Kalteng. Sehingga kita mampu produksi sendiri apa yang menjadi kebutuhan pangan kita," kata Jokowi dalam sambutannya di acara KLB Gerindra melalui virtual, Sabtu (8/8).


Dengan adanya lumbung pangan nasional, meyakini bahwa bangsa Indonesia bisa mengelola secara mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) untuk menghadapi ancaman krisis pangan akibat Covid-19.

"Saya memiliki keyakinan kita memliki modal dasar yang sangat kuat untuk berdikari berdiri di atas kaki kita sendiri. Jumlah penduduk kita 260 juta, adalah kekuatan besar kita, ini pasar besar untuk produk yang kita buat sendiri," tekannya.

Atas dasar itu, Jokowi menegaskan bahwa bangsa Indonesia bisa melewati krisis akibat pagebluk virus yang telah menelan korban jiwa hampir 696 ribu penduduk bumi tersebut.

"Saatnya kita melihat apa saja yang jadi kekuatan negara kita untuk lakukan lompatan kemajuan itu," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya