Berita

Presiden RI Joko Widodo/Net

Politik

Sambutan Di Kongres Gerindra, Jokowi: Tidak Ada Satu Pun Negara Yang Siap Hadapi Krisis Akibat Covid-19

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 12:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra tahun 2020 yang dilangsungkan di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, merupakan kongres yang digelar dalam situasi yang juga luar biasa.

Demikian disampaikan Presiden RI Joko Widodo saat memberikan sambutan secara virtual pada KLB Partai Gerindra, Sabtu (8/8).

"KLB Partai Gerindra kali ini diselenggarakan dalam situasi yang juga luar biasa," ujar Jokowi mengawali sambutannya.


Jokowi lantas mengurai, situasi luar biasa tersebut lantaran negara-negara di dunia termasuk Indonesia tengah menghadapi pagebluk virus corona baru (Covid-19).  

"215 negara di dunia tengah mengahadapi situasi ketidakpastian, menghadapi krisis kesehatan, dan juga sekaligus krisis ekonomi," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, seluruh negara di dunia tidak ada satupun yang betul-betul siap menghadapi ancaman krisis akibat terdampak Covid-19. Sebab, pandemik ini merupakan hal baru dan kali pertama terjadi sepanjang sejarah.

"Tidak pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada satu pun negara yang siap dalam menghadapi krisis seperti ini. Lebih dari 18 juta penduduk dunia terinfeksi Covid-19 dengan 696 ribu kematian," tuturnya.

Bahkan sambung kepala negara, selain ancaman krisis kesehatan, krisis ekonomi juga nyaris membuat negara-negara besar kelimpungan menahan kontraksi ekonomi yang dalam dirasakan akibat terdampak pandemik Covid-19.

"Pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia juga mengalami kontraksi yang dalam. Prancis misalnya -19 persen, India -18,9 persen, Inggris -17,9 persen, Uni Eropa -14,4 persen, Singapura -12,6 persen, Jerman -11,7 persen, Amerika -9,5 persen, Korsel -2,9 persen," jelasnya.

"Dan dana moneter dunia IMF bahkan memprediksi bahwa perekonomian dunia akan mengalami krisis keuangan terburuk sejak depresi besar di tahun 1930," demikian Jokowi.

Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 minus 5,32 persen.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya