Berita

Wakil Koordinator Sub Divisi Kebijakan dan Kajian Epidemiologi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Bony Wiem Lestari/Net

Nusantara

Kasus Positif Covid-19 Jabar Diprediksi Bisa Nambah 3.000 Sebulan

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 | 03:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kedisiplinan masyarakat terapkan protokol kesehatan amat penting dalam pengendalian sebaran Covid-19 pada masa Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) di Jawa Barat.

Wakil Koordinator Sub Divisi Kebijakan dan Kajian Epidemiologi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Bony Wiem Lestari mengatakan, masyarakat adalah garda terdepan melawan Covid-19. Banyak bukti ilmiah menunjukkan, penerapan protokol kesehatan efektif cegah penularan.

“Masyarakat harus mempersiapkan diri untuk menerapkan protokol kesehatan. Jadi, protokol kesehatan harus jadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Seperti pakai masker serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” ucap Bony di GOR Saparua, Kota Bandung, Jumat (7/8).


Hingga kini, pihaknya sudah melakukan 171 ribu pengetesan (testing) metode uji usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR). Dari jumlah tersebut, kata Bony, positivity rate Jabar berada di angka 7,5 persen. Sedangkan, standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 5 persen.

Menurutnya, dari permodelan yang dikerjakan, pihaknya memprediksi akan ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 2.200-3.000 dalam satu bulan ke depan. Maka itu, ia mengingatkan kepada masyarakat Jabar untuk disiplin terapkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

“Garda terdepan melawan Covid-19 ini adalah masyarakat sehingga implementasi protokol kesehatan, disiplin pakai masker, jaga jarak, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan syarat wajib,” lanjutnya dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

“Masyarakat perlu belajar. Saat sejumlah kegiatan dibuka, tapi tidak disiplin terapkan protokol kesehatan, risiko naik lagi. Kalau terus bertambah berat bisa PSBB lagi. Tapi, kalau protokol kesehatan diterapkan, saya kira pemerintah dan masyarakat bisa bersama-sama mengerem lonjakan kasus,” tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya