Berita

Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono di Gedung DPR RI/Net

Politik

Pengamat: Elite Golkar Dan PDIP Baper AHY Mesra Bersama Puan Maharani

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 19:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Silaturahmi yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Ketua DPR Puan Maharani Kamis (6/8) kemarin seolah membuat beberapa elit politik kebakaran jenggot.

Padahal, di tengah kondisi pandemik Covid-19 seperti saat ini, diperlukan keharmonisan dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Sehingga tidak semua kondisi dibawa perasaan (baper). Seperti baru-baru ini, terjadi reaksi terhadap pernyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Edi Baskoro Yudhoyono oleh beberapa politisi PDI Perjuangan dan politisi Golkar.


Begitu kata pengamat politik dari Arus Survei Indonesia Ali Rifan dalam keterangannya yang diterima redaksi beberapa saat lalu, Jumat (7/8).

"Sangat disayangkan. Padahal, suasana silaturahmi tersebut sangat positif membangun iklim politik yang kondusif pada saat ini. Kenapa mesti dicederai oleh serangan-serangan yang kontra produktif oleh beberapa kader PDIP dan Golkar terhadap pernyataan Ibas Yudhoyono," kata Ali Rifan.

Seperti diketahui, sebelum AHY menggelar pertemuan dengan Puan Maharani, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edi Baskoro Yudhoyono menyampaikan pidato yang menyoroti kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Adik kandung AHY tersebut membandingkan perekonomian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memimpin Indonesia selama dua periode (2004-2014), ekonomi Indonesia disebut meroket di atas 5 persen, APBN meningkat, utang hingga defisit terjaga.

Selain itu, kata Ibas, pendapatan rakyat naik. Termasuk mampu menekan persentase angka kemiskinan dan pengangguran.

"Sepertinya ada pihak-pihak yang tidak ingin PDIP dan Partai Demokrat mesra dan menjalin relasi. Pertemuan politik yang dilakukan Puan dan AHY kemarin, direspon positif oleh publik. Pemuatan beritanya sangat luas. Perbincangan di media sosial pun cukup intens, dengan sentimen yang sangat positif," jelasnya.

"Dalam situasi pandemik Covid-19 seperti ini, dan kondisi ekonomi yang tidak mudah, seharusnya pertemuan antar kekuatan politik besar di negeri ini bisa dioptimalkan untuk memberikan tenaga dan semangat baru dalam memberikan solusi bagi masyarakat," demikian Ali Rifan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya