Berita

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus/Net

Politik

Pertumbuhan Ekonomi Nyungsep, PAN: Pemerintah Belum Maksimal Tangani Corona

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 16:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Badan Pusat Statistik (BPS) telah menyampaikan hasil rekapan pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun 2020. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot di angka minus 5,32 persen.

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus mengatakan, hasil penelitian BPS merupakan warning bagi pemerintah Indonesia agar tidak terperosok ke dalam jurang resesi.

"Bila ekonomi pada kuartal III kembali mencatatkan pertumbuhan negatif, maka semakin menyulitkan Indonesia terlepas dari jerat resesi ekonomi. Karena suatu negara disebut mengalami resesi jika pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut," kata Guspardi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/8).


Dia menerangkan pandemik Covid-19 telah merobohkan ekonomi nasional dengan indikasi menurunnya daya beli masyarakat. Tidak hanya kalangan bawah, tingkat korporasi pun mengalami hantaman dahsyat, beberapa perusahaan melakukan penghematan besar-besaran yang berujung pada gelombang PHK.

Menurutnya, pemerintah Indonesia belum maksimal dalam melakukan penanganan wabah Covid-19. Rendahnya kepercayaan masyarakat, dunia usaha dan investor terhadap pemerintah dalam menahan laju penyebaran wabah pandemik ini masih tergambar dari semakin bertambahnya jumlah kasus hari demi hari Covid-19 di Indonesia.

"Mengutip laporan yang dikutip dari situs covid19.co.id hingga 6 Agustus 2020 terdapat 118.753 positif dan meninggal dunia 5.521. Artinya, ada lebih 44 kasus positif per 100 ribu penduduk Indonesia yang berjumlah kurang lebih 269 juta jiwa," katanya.

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Sumbar itu juga menerangkan, hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, dunia usaha dan investor. Tidak sedikit pengusaha yang harus rela berhenti beroperasi beberapa minggu karena ditemukannya kasus terindikasi positif Covid-19 di pabrik mereka.

"Begitupun investor, bagaimana investor dan turis asing mau datang jika mereka membaca berita seram tentang penanganan Covid-19 di Indonesia? Penanggulangan pandemik yang lambat atau tidak sinkron harus segera di perbaiki karena dapat menimbulkan efek berkepanjangan, dan semakin memparah kondisi perekonomian kita dan memunculkan risiko sosial dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang pastinya akan bertambah tinggi," demikian Guspardi Gaus.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya