Berita

Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani/Net

Nusantara

Ganjil Genap Dinilai Kurang Efektif, PKS: Penularan Covid-19 Tertinggi Ada Di Angkutan Umum

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 14:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta telah memasuki hari kelima sejak diberlakukan kembali pada Senin (3/8).

Namun belakangan, keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu menuai kritik dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta.

"Kebijakan ini kurang efektif karena hanya membatasi jumlah kendaraan pribadi dalam waktu tertentu dan tidak membatasi jumlah kendaraan umum yang justru memiliki resiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi," ungkap Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani lewat keterangan tertulisnya, Jumat (7/8).


Yani menambahkan, hingga saat ini jumlah kasus penularan di perkantoran dan kendaraan umum masih menjadi yang tertinggi.

Namun, hingga sekarang belum ada kebijakan baru yang dinilai efektif dalam menekan jumlah kasus penularan di tempat-tempat tersebut.

“Yang dibatasi kan hanya kendaraan pribadi dengan ganjil-genap. Padahal resiko yang tinggi itu ada di kendaraan umum,” kata pria yang duduk di Komisi B DPRD DKI Jakarta ini.

Menurutnya, kebijakan gage di tengah pandemik Covid-19 justru bisa meningkatkan resiko karena masyarakat yang tadinya menggunakan  kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum.

Di samping itu, lanjut Yani, pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan di perkantoran juga dinilai masih belum optimal. Kondisi ini dikarenakan jumlah aparat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta tidak berimbang dengan jumlah perkantoran yang ada di Jakarta.

"Pengawasan jadi lemah, ini harus menjadi perhatian,” tegas Yani.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya