Berita

Politisi Partai Gerindra, Sandiga S. Uno/Net

Politik

Buku Hitam Belum Diserahkan, Jalan Sandiaga Uno Menuju 2024 Semakin Terjal

JUMAT, 07 AGUSTUS 2020 | 14:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Gerindra akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada Sabtu besok (8/8). Salah satu agenda KLB adalah akan kembali mengukuhkan Prabowo Subianto menjadi ketua umum Partai Gerindra periode 2020-2025.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, pengukuhan ini merupakan hasil Rapimnas bahwa 34 DPD Partai Gerindra meminta kesediaan Prabowo Subianto untuk memimpin partai untuk 5 tahun ke depan.

Ini artinya, jalan Sandiga S. Uno menuju Pilpres 2024 semakin berat dan terjal. Sandiaga Uno yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sempat digadang-gadang sebagai suksesi Prabowo Subianto di Partai Gerindra.


Sebenarnya, Sandiaga Uno bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, dari luar pemerintahan, sama-sama mendapat porsi pemberitaan yang cukup signifikan selama empat bulan terakhir, dan mereka masuk 10 besar calon presiden dengan elektabilitas tertinggi.

Bedanya, AHY lebih diuntungkan daripada Sandiaga Uno. Putra SBY itu memiliki perangkat yang cukup solid, yaitu Partai Demokrat. Dengan perangkat ini, gerakan AHY terukur dan lebih mengena.

Sementara Sandiaga Uno, tidak bisa membawa perangkat Partai Gerindra yang ikut dipimpinnya. Karena masih ada faktor Prabowo Subianto disana.

Ini diibaratkan, AHY sudah memiliki kendaraan sendiri, Partai Demokrat. Sementara Sandiaga Uno belum memegang "buku hitam" atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Partai Gerindra.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya