Berita

Lambang KPK/RMOL

Politik

Gerindra Dorong Pegawai KPK Segera Berstatus ASN, Ini Alasannya

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 12:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah seharusnya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bisa dicontoh oleh institusi negara yang lainnya. Ini antara lain guna mewujudkan pemerintahan yang bersih (clean governance).

Demikian disampaikan Waketum DPP Gerindra Arief Poyuono kepada wartawan, Kamis (6/8).

"Pegawai KPK harus segera berstatus ASN, kenapa? Dengan berstatus ASN, maka akan bisa jadi ASN percontohan yang baik bagi ASN di lembaga dan institusi negara yang lainnya. Untuk bisa menciptakan institusi yang clean governance alias bebas dari moral korup," kata Arief Poyuono.


Menurut Arief, jika pegawai dan sumber daya di KPK berstatus ASN diyakini akan menularkan budaya antikorupsi kepada instusi negara yang lain, khususnya di ruang lingkup ASN.

Selain itu, dengan pegawai KPK berstatus ASN maka sistem atau jenjang karir bagi pegawai KPK menjadi jelas ke depannya.

"Dengan pegawai KPK berstatus ASN, maka akan memberikan kepastian jaminan hari tua bagi pegawai KPK, misalnya adanya jaminan pensiun bagi pegawai KPK," tuturnya.

"Nah segera pemerintah bisa mengeluarkan PP untuk alih status pegawai KPK menjadi ASN. Sebab saat ini pegawai KPK tidak jelas status kepegawaiannya, apakah masuk jajaran pegawai negeri atau pegawai swasta," demikian Arief Poyuono. 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya